Padang, Elohansen
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Perhitungan Energi Gas alam berbasis Pada Kecepatan Suara, Bulk Modulus, dan Komposisi Gas Diluent Padang, Elohansen; Hendrajaya, Lilik; Pasasa, Linus Ampang; Hendro, Hendro
POSITRON Vol 9, No 2 (2019): November Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1244.633 KB) | DOI: 10.26418/positron.v9i2.32852

Abstract

Gas alam merupakan campuran hidrokarbon kompleks yang karakteristik utama kualitasnya sering dinyatakan dalam bentuk nilai kalor, yaitu energi yang dilepaskan tiap satuan massa atau satuan volume bahan bakar ketika habis dibakar. Pengukuran energi gas alam saat ini umumnya dilakukan secara tidak langsung dengan mengkombinasikan flow meter dan kromatografi gas atau gas analizer. Metode tidak langsung memiliki beberapa keterbatasan sehingga mendorong para peneliti mengembangkan metode alternatif menghitung energi gas alam. Pada penelitian ini, dikembangkan metode korelasi yang berbasis pada bulk modulus campuran gas alam, kecepatan suara, dan komposisi gas diluent sebagai alternatif metode perhitungan energi campuran gas alam. Pengembangan model dilakukan menggunakan 95 data komposisi gas alam yang dilaporkan oleh Morrow, et al. [11]. Data komposisi tersebut digunakan untuk  menghitung kecepatan suara (vs), massa jenis (ρ), dan rasio kapasitas panas (γ) campuran gas alam pada keadaan standar (150C, 0,325 kPa). Kemudian nilai vs, ρ, γ dan komposisi gas diluent (CO2 dan N2) dipakai untuk menghitung bulk modulus campuran gas alam dan bulk modulus hidrokarbon. Sementara itu, nilai kalor campuran gas alam pada keadaan standar dihitung dalam basis massa menggunakan data nilai kalor tiap-tiap komponen campuran gas alam yang terdapat dalam Standar GPA 2145. Setelah semua data fisis diperoleh, dilakukan pencocokan kurva untuk memperoleh model menghitung energi campuran gas alam. Hasil pengujian kinerja model menunjukkan bahwa persentase kesalahan adalah sebesar 0,0697% dengan rentang dari 0  sampai 0,119%, RMSE sebesar 0,0833, dan R sebesar satu. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa model yang dikembangkan memiliki akurasi tinggi sehingga dapat direkomendasikan sebagai metode alternatif untuk menghitung energi gas alam.
Dekomposisi Curah Hujan Harian Kabupaten Manokwari Menggunakan Metode Ensemble Empirical Mode Decomposition Padang, Elohansen
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v5i01.3090

Abstract

Curah hujan harian di wilayah tropis, seperti di Kabupaten Manokwari, memiliki karakteristik nonlinier dan nonstasioner dengan variabilitas temporal yang tinggi. Karakteristik ini menyulitkan analisis dengan metode spektral konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Ensemble Empirical Mode Decomposition (EEMD) untuk mendekomposisi curah hujan harian di Kabupaten Manokwari, serta menganalisis karakteristik Intrinsic Mode Function (IMF) yang dihasilkan setelah dekomposisi. Data hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat dalam rentang Januari 2016 hingga November 2025. Data diperoleh dari Stasiun Meteorologi Rendani, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Manokwari. Dari hasil proses dekomposisi dihasilkan 11 IMF yang merepresentasikan osilasi pada berbagai skala waktu. Karakteristik IMF dideskripsikan berdasarkan varians sebagai ukuran energi, kontribusi energi relatif, periode rata-rata, serta uji signifikansi statistik terhadap latar derau putih pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil analisis menunjukkan bahwa IMF frekuensi tinggi (IMF1: varians 20.591,5 mm² dan kontribusi 7.007,8%) memiliki kontribusi energi terbesar, mengindikasikan dominasi fluktuasi jangka pendek dalam variabilitas curah hujan. Namun, seluruh IMF tidak signifikan secara statistik pada tingkat kepercayaan 95%. Hal ini menunjukkan bahwa variabilitas curah hujan di Kabupaten Manokwari didominasi oleh fluktuasi acak atau stokastik tanpa osilasi periodik yang stabil sepanjang periode pengamatan. Hasil ini membuktikan bahwa metode EEMD merupakan metode yang efektif untuk mendekomposisi sinyal curah hujan harian tropis dan memberikan landasan metodologis yang kuat untuk menganalisis variabilitas curah hujan di wilayah Papua Barat.