Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan kemampuan manajemen diri yang baik agar pengendalian gula darah dapat tercapai. Diabetes Self Management Education (DSME) merupakan intervensi edukasi terstruktur yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku perawatan diri pasien dalam mengelola diabetes. Tujuan: Mengetahui pengaruh Diabetes Self Management Education (DSME) terhadap kemampuan pengendalian gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang. Metode: Penelitian ini menggunakan desaian quasy experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian sebanyak 44 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kemampuan pengendalian gula darah diukur menggunakan instrument Diabetes Self Management Questionnaire (DSMQ). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikan 0,05. Hasil: Terjadi peningkatan rerata skor kemampuan pengendalian gula darah berdasarkan instrument Diabetes Self Management Questionnaire (DSMQ) dari 24,45 ± 4,76 sebelum intervensi menjadi 57,64 ± 4,66 setelah intervensi. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan perbedaan yang bermakna secara stastistik ( Z= -5,782; p<0,001), sehingga Diabetes Self Management Education (DSME) terbukti meningkatkan kemampuan pengendalian gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Kesimpulan: Diabetes Self Management Education (DSME) efektif meningkatkan kemampuan pengendalian gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2 sehingga layak diterapkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari edukasi keperawatan.