Kemampuan pemecahan masalah merupakan indikator penting dalam keberhasilan mahasiswa dalam pembelajaran fisika, khususnya pada materi elektrostatis yang bersifat abstrak dan menuntut penalaran tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kemmpuan pemecahan masalah mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA STKIP Sinar Cendekia pada mata kuliah Fisika dasar II materi elektrostatis berdasarkan empat tahapan Polya, yaitu memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana dan mengevaluasi hasil. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan subjek 18 mahasiswa kelas RG 02 yang dipilih secara teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui tes uraian pemecahan masalah pada sub-materi Hukum Coulomb, Medan Listrik, Potesnsial Listrik, dan Kapasitor keping Sejajar, serta diperkuat dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa secara keseluruhan berada pada kategori cukup dengan skor rata-rata 79,28 dari 100. Sub-materi Hukum Coulomb mencapai capaian tertinggi (83,8%) dan Potensial Listrik terendah (74,4%). Berdasarkan tahapan Polya, capaian tertinggi terdapat pada tahap memahami masalah (67%) dan terendah pada tahap Mengevaluasi hasil (25%). Kesenjangan deskriptif yang cukup besar ditemukan antara mahasiswa berkemampuan tinggi, sedanag, dan rendah, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang lebih terstruktur untuk melatih tahapan pemecahan masalah secara menyeluruh.