Nur Asrawati
Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP YPUP Makassar,Kota Makassar, 90223, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Ethnomathematics of geometric transformations in Bugis Gambara weaving motifs at the La Galigo museum Muhammad Nurhusain; Nur Asrawati
International Journal of Progressive Mathematics Education Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/ijopme.v6i1.23538

Abstract

Purpose: This study explores geometric transformation concepts (translation, reflection, rotation, and dilation) in Gambara weaving motifs from the La Galigo Museum and interprets their relation to Bugis cultural meanings through an ethnomathematical perspective, addressing the limited ethnographic studies integrating mathematical structures and cultural meanings in Eastern Indonesia, particularly South Sulawesi. Design/methodology/approach: A qualitative ethnographic design within an ethnomathematics framework was used. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation involving museum guides, curators, Bugis cultural experts, and traditional weavers. Data analysis followed Miles, Huberman, and Saldaña’s interactive model and was validated through triangulation and trustworthiness criteria (credibility, transferability, dependability, confirmability). Findings: Gambara weaving motifs consistently represent translation as continuity, reflection as balance, rotation as dynamics, and dilation as hierarchy. Triangulation confirmed convergence across data sources, indicating that geometric structures function both as visual patterns and cultural meanings. Practical implications: The findings provide contextual learning resources for mathematics education and support the use of museums as instructional media to enhance students’ understanding of geometry and visual-spatial reasoning. Originality/value: The study integrates ethnographic analysis of geometric transformations with Bugis cultural meanings in Gambara weaving, an underexplored context in ethnomathematics research.   Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep geometri transformasi (translasi, refleksi, rotasi, dan dilatasi) dalam motif Tenun Gambara koleksi Museum La Galigo serta menginterpretasikan hubungannya dengan makna budaya Bugis melalui perspektif etnomatematika, mengingat masih terbatasnya kajian etnografis yang mengintegrasikan struktur matematis dan makna budaya di Indonesia Timur, khususnya Sulawesi Selatan. Desain/metodologi/pendekatan: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi dalam kerangka etnomatematika. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi yang melibatkan pemandu museum, kurator, budayawan Bugis, dan penenun tradisional. Analisis data mengikuti model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña serta divalidasi melalui triangulasi dan kriteria trustworthiness (credibility, transferability, dependability, confirmability). Temuan: Motif Tenun Gambara secara konsisten merepresentasikan translasi sebagai kesinambungan, refleksi sebagai keseimbangan, rotasi sebagai dinamika, dan dilatasi sebagai hierarki. Triangulasi menunjukkan konvergensi data yang menegaskan bahwa struktur geometri tidak hanya berfungsi sebagai pola visual, tetapi juga mengandung makna budaya. Implikasi praktis: Temuan ini menyediakan sumber pembelajaran matematika kontekstual berbasis budaya lokal serta mendukung pemanfaatan museum sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman geometri dan kemampuan visual-spasial peserta didik. Orisinalitas/nilai: Penelitian ini mengintegrasikan analisis etnografis transformasi geometri dengan makna budaya Bugis dalam Tenun Gambara, suatu konteks yang masih jarang dikaji dalam penelitian etnomatematika