Neni Nuraeni Wiatiningsih
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Peserta Didik Di Kelas VIII SMP Daarul Muttaqien 2 Tangerang Muhammat Iqbal Ritonga; Aslihatul Rahmawati; Neni Nuraeni Wiatiningsih
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 8 No. 3 (2026): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol8.iss3.art11

Abstract

Kecerdasan spiritual merupakan dimensi penting dalam pendidikan karena berkaitan dengan kemampuan peserta didik memahami, memaknai, dan mengaktualisasikan nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pembinaan kecerdasan spiritual peserta didik kelas VIII di SMP Daarul Muttaqien 2 Tangerang serta mengidentifikasi pola pembinaan yang terbentuk dalam konteks sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan delapan informan yang dipilih secara purposif, terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru PAI, dan lima peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik serta dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menjalankan peran sebagai pendidik, pembimbing, motivator, teladan, dan evaluator yang saling berkaitan dalam memediasi nilai agama. Pembinaan diperkuat melalui pembiasaan berdoa, membaca Al-Qur’an, murajaah, salat berjamaah, peringatan hari besar Islam, dan pesantren kilat. Budaya religius sekolah, konsistensi program, kolaborasi antarguru, dan keterlibatan orang tua turut mendukung proses pembinaan. Namun, internalisasi nilai menghadapi perbedaan karakter, latar belakang keluarga, kebiasaan keagamaan, kesadaran dan motivasi, pengaruh lingkungan sosial dan teknologi, serta keterbatasan waktu pembinaan. Penelitian ini mengidentifikasi pola interpretatif berupa pemahaman nilai, bimbingan dan keteladanan, pembiasaan religius, internalisasi nilai, kesadaran spiritual, dan perilaku spiritual. Pola tersebut menunjukkan bahwa pembinaan kecerdasan spiritual berlangsung secara bertahap melalui keterhubungan antara mediasi guru, pengalaman religius, pemaknaan, dan aktualisasi nilai dalam perilaku.