Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja ruas Jalan Juanda Kota Palu berdasarkan volume lalu lintas, kapasitas, dan derajat kejenuhan. Data primer berasal dari pengamatan geometrik dan pencacahan kendaraan pada tiga hari pengamatan, yaitu Kamis, Jumat, dan Sabtu, pada periode pagi, siang, dan sore. Data volume yang digunakan dalam artikel merupakan angka hasil pengolahan yang dapat ditelusuri dari Tugas Besar Perencanaan Transportasi. Audit terhadap laporan sumber menunjukkan bahwa angka kendaraan menurut jenis (LV, HV, dan MC) tidak seluruhnya dapat direkonstruksi menjadi nilai volume smp/jam yang tercantum. Oleh karena itu, artikel tidak membuat nilai ekivalensi baru dan menggunakan angka volume hasil pengolahan yang tersedia sebagai data acuan. Volume terbesar yang tersedia adalah 2.709 smp/jam pada periode siang, sedangkan volume terendah adalah 808 smp/jam pada Sabtu pagi. Untuk konsistensi metode, MKJI 1997 digunakan sebagai pedoman utama. Karena kelas hambatan samping dan distribusi arus per arah belum dicatat secara kuantitatif, kapasitas dan derajat kejenuhan disajikan sebagai rentang skenario. Dengan lebar lajur sekitar 3,5 m, faktor penyesuaian lebar adalah 1,00. Untuk kondisi hambatan samping sedang hingga tinggi dan bahu sekitar 1,8 m, kapasitas dua arah berada sekitar 5.643–5.821 smp/jam, sedangkan derajat kejenuhan pada volume tertinggi sekitar 0,47–0,48. Berdasarkan rentang rasio V/C yang digunakan dalam laporan sumber, kondisi tersebut berada pada kategori C. Hasil ini perlu dibaca sebagai evaluasi berbasis data yang tersedia, karena survei per arah dan frekuensi hambatan samping belum lengkap.