This study aimed to identify the physiological status and morphometric characteristics of Sambar deer (Cervus unicolor) to develop optimal management strategies at UPTD Breeding Center for Livestock and Forage Crops, Penajam Paser Utara Regency. The research involved 8 male and 15 female deer, examining key parameters including rectal temperature, pulse rate, respiratory rate, body length, hip width, head length, head width, and ear length. Data were analyzed descriptively using Microsoft Excel to calculate means and standard deviations. The results showed that the physiological status (rectal temperature, pulse rate, and respiratory rate) tended to be higher, while the morphometric measurements (body length, hip width, head length, head width, and ear length) were relatively smaller. Therefore, improved strategies and management practices are required to enhance the welfare and productivity of deer in captivity.Identifikasi status fisiologi dan morfometrik rusa Sambar (Cervus unicolor) bertujuan untuk menentukan strategi dan manajemen pemeliharaan rusa Sambar di UPTD Pembibitan Ternak dan Hijauan Pakan Ternak Kabupaten Penajam Paser Utara. Ternak yang digunakan yaitu 8 ekor rusa Sambar jantan dan 15 ekor rusa Sambar betina dengan mengamati parameter temperatur rektal, frekuensi pulsus, frekuensi respirasi, panjang badan, lebar pinggul, panjang kepala, lebar kepala, dan panjang telinga. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan menggunakan program Microsoft Excel untuk mendapatkan nilai rata-rata dan standar deviasi yang disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status fisiologis (temperatur rektal, frekuensi pulsus, frekuensi respirasi) cenderung lebih tinggi, sementara ukuran morfometrik (panjang badan, lebar pinggul, panjang kepala, lebar kepala, panjang telinga) relatif lebih kecil. Sehingga diperlukan strategi dan manajemen pemeliharaan yang lebih optimal untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas rusa dalam penangkaran.