Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

KINERJA INDUK SAPI JAWA, PERANAKAN ONGOLE DAN SIMMENTAL PERANAKAN ONGOLE YANG DIPELIHARA PADA KONDISI YANG SAMA Nurliani Erni
Jurnal Agriovet Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v5i2.855

Abstract

Penelitian ini dilakukan agar dapat menentukan gambaran kinerja induk sapi Jawa, Peranakan Ongole (PO) dan Simmental Peranakan Ongole (SimPO) yang dipelihara pada kondisi yang sama. Penelitian menggunakan 127 ekor induk sapi yang terdiri atas 16 ekor induk sapi Jawa, 34 ekor induk sapi PO dan 77 ekor induk sapi SimPO. Sapi dipelihara secara intensif di dalam kandang tambat dan diberi pakan konsentrat secara terbatas yaitu 2 persen bobot tubuh ternak serta diberi hijauan secara bebas. Pedet yang lahir dipelihara bersama induk selama 90 hari, setelah penyapihan induk dipelihara sampai melahirkan kembali. Data dianalisis menggunakan RAL pola searah dan jika ada perbedaan maka dilanjutkan dengan Duncan`s New Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot lahir sapi Jawa, PO, dan SimPO berturut-turut 20,67±3,12, 27,90±3,97, dan 30,73±6,27 kg, bobot lahir sapi Jawa lebih kecil (P<0,05) daripada sapi PO dan SimPO. Bobot sapih sapi Jawa, PO, dan SimPO berturut-turut 55,99±12,28, 54,40±10,30, dan 72,29±31,04 kg, bobot sapih sapi Jawa lebih kecil (P<0,05) daripada sapi SimPO dan bobot sapih sapi PO berbeda tidak nyata dengan sapi Jawa dan SimPO. Interval kelahiran, IRI, dan IPI sapi Jawa, PO, dan SimPO berturut-turut 492,00±59,08, 498,64±103,09, dan 488,54±130,65 hari, 0,75±0,09, 0,76±0,140, dan 78±0,16 ekor/tahun, 37,23±2,66, 42,12±9,66, dan 56,22±26,20 kg/induk/tahun, Interval kelahiran, IRI, dan IPI sapi Jawa, PO dan SimPO berbeda tidak nyata. Disimpulkan bahwa kinerja induk sapi Jawa, PO dan SimPO yang dipelihara pada kondisi yang sama adalah sama
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Briket Kotoran Ternak Ruminansia Di Desa Sumbermulya Dyah Triasih; Nurliani Erni
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i2.1034

Abstract

Desa Sumbermulya, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah. Desa ini memiliki potensi dalam sektor perkebunan dan peternakan yaitu kelapa sawit dan sapi bali. Banyaknya limbah yang dihasilkan, termasuk kotoran sapi, berbanding lurus dengan tingginya populasi sapi Bali. Di Desa Sumbermulya, kotoran sapi belum dimanfaatkan secara lebih. Peristiwa ini dialami dengan alasan petani dan masyarakat kurang memiliki kesadaran, keahlian, dan pengetahuan yang diperlukan untuk mengelola limbah ini. Briket bisa dibuat dari kotoran ternak, biomassa yang bisa diolah. Untuk itu perlu diadakan administrasi melalui penyiapan pemanfaatan kompos hewan peliharaan menjadi briket di Kota Sumbermuya. Pengabdian ini menggunakan sosialisasi, pelatihan, diskusi, dan evaluasi sebagai metode pelaksanaannya. Luaran yang diperoleh dari pelaksanaan pendampingan ini adalah peningkatan kesadaran, wawasan, dan kemampuan masyarakat sekitar desa Sumbermulya dalam hal ini adalah peternak terkait proses pembuatan briket dari kotoran sapi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
PENGARUH LEVEL KONSENTRASI PENAMBAHAN MIKROORGANISME LOKAL AIR CUCIAN BERAS TERHADAP KUALITAS PUPUK ORGANIK Dyah Triasih; Nurliani Erni
AGRIBIOS Vol 21 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v21i1.2944

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti tentang pengaruh penambahan mikroorgasnisme lokal air cucian beras terhadap kadar karbon pupuk kotoran sapi. Penelitian ini dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji beda rataan menurut Duncan (DMRT). Diperoleh hasil penelitian bahwa penambahan mikroorgasnisme lokal air cucian beras berpengaruh nyata terhadap kadar kualitas karbon (C), Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K) dan pH pupuk organik kotoran sapi. Sementara itu, faktor warna dan bau pada pupuk organik kotoran sapi tidak mempengaruhi penambahan mikroorgasnisme lokal air cucian beras. Di sisi lain, pemberian mikroorgasnisme lokal (MOL) pada air cucian beras dengan kadar 20% memberikan kadar kualitas fisik kimia pada pupuk organik yang optimal apabila dibandingkan dengan pemberian MOL dengan kadar 0%, 5%, 10%, dan 15%.
PENGOLAHAN LIMBAH FESES SAPI DAN KELAPA SAWIT SEBAGAI PUPUK ORGANIK Firdaus Husein; Dyah Triasih; Muhammad Rido; Nurliani Erni; Florida Florida
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 5 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i5.1853-1858

Abstract

Usaha pertanian yang dijalani kadang mengalami kendala karena pupuk yang digunakan terbilang langka dan mahal di Desa Sumber Mulya sehingga perlu penyuluhan dan pelatihan tentang pemanfaatan limbah ternak sapi terutama feses sapi untuk dijadikan pupuk organik padat yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk untuk tanaman perkebunan para petani di Desa Sumber Mulya. Kegiatan ini diawali dengan proses identifikasi area sasaran yakni Desa Sumber Mulya kemudian dilanjutkan dengan observasi dan wawancara langsung dengan warga. Hasil kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik untuk mewujudkan pertanian ramah lingkungan di Desa Sumber Mulya didasarkan pada respons peserta sebagai pelaku pertanian sangat tertarik terhadap materi pelatihan sesuai dengan sasaran dan metode pelatihan. Keberadaan kelompok tani yang menggunakan pupuk organik yang mampu memberikan stimulus kepada masyakat setempat untuk melakukan pembuatan pupuk organik dari limbah ternak. Adanya kelompok tersebut menambah tingkat pendapatan masyarakat meskipun bukan menjadi pekerjaan tetap melainkan pekerjaan sampingan tetapi memiliki asas manfaat yang sangat besar yaitu peningkatan pengetahuan masyarakat yang ada di Desa Sumber Mulya Kecamatan Bulik. Program pengabdian kepada masyarakat dimulai dari survei lokasi, penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk organik dari bahan dasar feses sapi. Peserta pelatihan juga memiliki antusiasme yang tinggi untuk memperoleh pengetahuan tentang teknologi pengolahan feses sapi menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan.
Pentingnya Hijauan Pakan untuk Mendukung Usaha Ternak Potong di Desa E2 (Sumber Mulya) Muhammad Rido; Nurliani Erni
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i3.1314

Abstract

One of the communities in Central Kalimantan's Bulik District, Lamandau Regency, is Sumber Mulya Village. In general, the oil palm plantation industry, along with a number of fishing and cattle enterprises, make up the community's economy. There is currently no broiler poultry company in the neighborhood; instead, the livestock industry consists of ruminant animals like cows and goats. Implementing community service has as its goal raising public awareness of the value of fodder in the beef cattle industry. Utilizing methods of counseling and discussion, the implementation was carried out. The procedure of locating the service area is the first step in carrying out the activity. This is followed by community service and visits and interviews with the village chief. Breeders in E2 Village (Sumber Mulya) became more interested in the kinds of forages that could produce high yields as a result of the outreach activities on the importance of forage to support the beef cattle business. Breeders were also very eager to discuss the challenges they faced when raising their livestock. It is believed that by engaging in this activity, breeders will become more aware of the importance of feed to their livestock's ability to produce at their peak.
PELATIHAN PEMANFAATAN APLIKASI ANDROID TIMBANGAN SAPI DI DESA BINAAN SUMBER MULYA KECAMATAN BULIK KABUPATEN LAMANDAU Nurliani Erni; Dyah Triasih
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 7 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i7.2447-2452

Abstract

Pengabdian masyarakat dilakukan bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada peternak dalam memanfaatkan Aplikasi Android berupa Timbangan Sapi yang dilaksanakan pada bulan April-Mei 2023 di Desa Sumber Mulya Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau. Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahap yaitu survei tempat pengabdian, penyusunan media pendukung pelatihan, sosialisasi dan pelatihan, praktek pemanfaatan aplikasi dengan cara mengambil data ukuran tubuh ternak berupa panjang badan dan lingkar dada serta pendampingan dalam mempraktekkan aplikasi pada kehidupan sehari-hari. Pelatihan diikuti oleh 25 orang peserta yang sangat antusias dalam berdiskusi, memberikan argumen dan mengikuti kegiatan praktek dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Sehingga kegiatan pengabdian berjalan dengan lancar dan peserta setuju memanfaatkan aplikasi Timbangan Sapi untuk menduga bobot badan ternaknya.
Analisis Pendapatan Kandang Closed House (Studi Kasus kandang Closed House Welkin Situmorang) di Bulik Kabupaten Lamandau Provinsi Kalimantan Tengah Rido, Muhammad; Erni, Nurliani
Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to analyze the income analysis and production performance of broiler chickens kept in a closed-house cage by Pak Welkin Situmorang. The production performance of broiler chickens, including final body weight growth, ration consumption, and FCR, were the factors observed in this study. Moreover, a variable revenue, variable cost, and variable income income analysis. Both descriptive analysis and quantitative analysis techniques were used to examine the research data. The broiler performance study's findings revealed that the average final body weight per head was 1.95 kg, the average ration consumption per head was 2.9 kg, and the average FCR value was 1.56 kg. The results of the income analysis also take the form of average costs of Rp. 528,675,000, average revenues of Rp. 595,107,000, and average incomes of Rp. 66,432,000. In conclusion, the broilers kept at Pak Welkin's Closed House produced well, with an average harvest age of 30.7 days, an average harvested body weight of 1.84 kg/head, a period-to-period ration consumption of 2.9 kg/head, and an average FCR value of 1.56. The broiler performance at Pak Welkin's Closed House was determined to be classed as very good because all production performance indicators met the standards that were established. With an average revenue of IDR 66,432,000 and a return on capital (R/C) ratio of 1.13, Mr. Welkin's Closed House is already profitable.
Analisis Morfometrik Sapi Lokal yang Dipelihara di Balai Pembibitan Ternak Sei Kelampai Kabupaten Lamandau Provinsi Kalimantan Tengah Dengan Menggunakan Teknik Citra Digital Erni, Nurliani Erni; Rafian, Teguh
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v3i2.37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis morfometrik sapi lokal yang dipelihara di Balai Pembibitan Ternak Sei Kelampai Kabupaten Lamandau Provinsi Kalimantan Tengah dengan menggunakan Teknik Citra Digital. Penelitian ini menggunakan 28 ekor sapi lokal dengan metode yang dilakukan berupa pengukuran morfometrik linier (cervicalis vertebrae, thoracic vertebrae, lumbar vertebrae, sacral vertebrae, scapulla, humerus, radius- ulna, metacarpus, femur, tibia-fibulla, metatarsal, panjang badan, tinggi badan, tinggi pinggul, dan dalam dada) secara manual yaitu melakukan pengukuran menggunakan tongkat ukur langsung pada ternak dan secara digital yaitu mengambil foto ternak menggunakan kamera digital dengan acuan ukuran tongkat ukur kemudian diolah menggunakan software ImageJ. Data hasil pengukuran morfometrik linier dianalisis secara deskriptif yaitu dengan rataan dan standar error, data hasil pengukuran morfometrik menggunakan metode digital dan manual dianalisis dengan uji t-student. Hasil analisis morfometrik sapi lokal menggunakan metode digital diantaranya 54,01±1,43 cm, 23,11±0,88 cm, 27,21±0,49 cm, 51,87±1,16 cm, 28,99±1,02 cm, 30,44±0,89 cm, 22,08±0,84 cm, 36,49±0,76 cm, 38,91±0,94 cm, 32,00±0,65 cm, 116,53±2,31 cm, 118,13±2,02 cm, 117,60±1,71 cm, dan 61,88±1,08 cm. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa teknik pengukuran citra digital dapat digunakan sebagai metode pengukuran morfometrik yang akurat. Hal ini dibuktikan dengan data pengukuran morfometrik linier pada pengukuran digital memiliki hasil yang sama dengan pengukuran manual.
Pengaruh Proporsi Pemberian Pakan Terhadap.Intake Protein, Laju Pertumbuhan dan Konversi Ransum Ayam Broiler Rido, Muhammad; Imanullah, Azhar Syafiq; Erni, Nurliani; Fatmarischa, Novemia
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i2.4878

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari bagaimana pengaruh proporsi pakan yang berbeda terhadap asupan protein, laju pertumbuhan dan konversi ransum ayam broiler. Pada penelitian ini, 80 ekor ayam campuran jantan dan betina strain Platinum MB 202 dari PT. Japfa Comfeed. Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan yang ditempatkan dalam 16 unit kotak yang dilengkapi dengan tempat makan, tempat minum, lampu sebagai penghangat dan pencahayaan. Penelitian menggunakan umpan BR 1 (Starter) dan BR 2 (Finisher). Perlakuan dalam penelitian ini adalah pemberian proporsi pakan yang berbeda waktu pagi dan sore hari yang terdiri dari A= Pemberian pakan ad libitum, B= Pemberian pakan 75% pagi, 25% sore, C= Pemberian pakan 50% pagi, 50% sore dan D= Pemberian pakan 25% pagi, 75% sore. Hasil analisis keragaman menunjukkan adanya perbedaan proporsi pemberian pakan pagi dan sore berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap asupan protein, laju pertumbuhan dan tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap konversi ransum ayam pedaging. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa pemberian pakan dalam porsi besar pada pagi hari akan meningkatkan jumlah asupan protein dan laju pertumbuhan. Hasil analisis keragaman menunjukkan adanya perbedaan proporsi pemberian pakan pagi dan sore berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap asupan protein, laju pertumbuhan dan tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap konversi ransum ayam pedaging. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa pemberian pakan dalam porsi besar pada pagi hari akan meningkatkan jumlah asupan protein dan laju pertumbuhan. Pemberian proporsi ransum 75% pagi hari dan 25% sore hari mendapatkan nilai intake protein sebesar 621,43 gram/ekor, laju pertumbuhan 0,738 dan konversi ransum 1, 86.
Thermal Tolerance of Horned and Polled Bali Cattle to High Ambient Temperature and Exercise Provision Adiputra, Kirana Dara Dinanti; Sukandi, Sukandi; Sonjaya, Herry; Hasbi, Hasbi; Baco, Sudirman; Erni, Nurliani
Journal of Agriprecision & Social Impact Vol. 2 No. 1 (2025): March: JAPSI (Journal of Agriprecision & Social Impact)
Publisher : CV. Komunitas Dunia Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62793/japsi.v2i1.48

Abstract

This study investigated the heat tolerance of horned and polled Bali cattle under high ambient temperatures and physical exercise using heat tolerance index parameters. Eight male Bali cattle (four horned and four polled) were observed in the morning and afternoon after walking exercises under direct sunlight. Measured parameters included the Iberian Heat Tolerance Coefficient (IHTC), Benezra’s Coefficient (BC), and panting score (PS). A 2×2 factorial design (cattle type × measurement period) was used, and data were analyzed via two-way ANOVA, followed by Duncan’s test for significant interactions (P < 0.05).Results showed no significant differences (P > 0.05) in heat tolerance indices between horned and polled cattle. IHTC (106.15 ± 9.89 vs. 102.40 ± 10.93), BC (2.22 ± 0.35 vs. 2.28 ± 0.39), and PS (0.88 ± 0.83 vs. 1.38 ± 1.06) were comparable, indicating similar physiological responses to heat. However, the measurement period significantly affected (P < 0.05) all parameters. IHTC decreased in the afternoon (96.78 ± 5.56) compared to the morning (114.78 ± 5.22), while BC (2.29 ± 0.76 vs. 1.91 ± 0.77) and PS (1.88 ± 0.64 vs. 0.38 ± 0.52) increased, suggesting cattle experienced heat stress as temperatures rose. significant interaction (P < 0.05) between cattle type and measurement period was observed. Horned cattle had the highest IHTC in the morning (117.70 ± 4.28), while polled cattle had the lowest in the afternoon (92.95 ± 4.25). Polled cattle also had the highest BC (2.64 ± 0.06) and PS (2.25 ± 0.50) in the afternoon, indicating greater heat stress susceptibility. In conclusion, while both types showed similar heat tolerance under normal conditions, polled cattle were more vulnerable to heat stress, particularly after physical exertion in the afternoon.