ni made mustika pratiwi
Mahasiswa Program Studi S1 Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Malahayati Bandar Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH KONSUMSI KUNYIT ASAM TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM IBU MASA NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CANDI REJO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN 2026 ni made mustika pratiwi; Anggraini Anggraini; Sunarsih Sunarsih
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 16, No 2 (2026): Jurnal Ilmu Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Adila Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54444/jik.v16i2.246

Abstract

Latar belakang: Luka perineum merupakan masalah yang sering terjadi pada ibu nifas dan dapat menyebabkan nyeri, infeksi, perdarahan, gangguan aktivitas, serta memperlambat pemulihan pascapersalinan. Data Provinsi Lampung menunjukkan kejadian ruptur perineum mencapai 60,4%. Hasil pra-survei di Wilayah Kerja Puskesmas Candi Rejo menunjukkan 6 dari 7 ibu nifas mengalami ruptur perineum derajat II dengan lama penyembuhan 7–10 hari. Salah satu upaya nonfarmakologis untuk mempercepat penyembuhan luka adalah konsumsi kunyit asam yang mengandung kurkumin sebagai antiinflamasi, antioksidan, dan antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi kunyit asam terhadap penyembuhan luka perineum ibu masa nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Candi Rejo Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2026. Metode penelitian: Penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi experiment menggunakan pendekatan two group pretest-posttest design. Sampel berjumlah 80 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi (40 responden) dan kelompok kontrol (40 responden), dipilih dengan teknik purposive sampling. Kelompok intervensi diberikan minuman kunyit asam 250 ml dua kali sehari selama 7 hari, sedangkan kelompok kontrol hanya menjalani asuhan nifas standar. Penyembuhan luka dinilai menggunakan skala REEDA. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney Test. Hasil penelitian: Menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi rata-rata skor REEDA menurun dari 7,90 menjadi 0,30 (Z=-5,706; p=0,000), sedangkan pada kelompok kontrol rata-rata skor REEDA menurun dari 7,88 menjadi 1,93 (Z=-5,690; p=0,000). Uji Mann-Whitney menunjukkan mean rank kelompok intervensi (60,50) lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (20,50) dengan nilai p-value=0,000 (