This Author published in this journals
All Journal JIH
Fatih Arya Tyasaputra
Universitas Darunnajah

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Ta'aruf Antar Guru Pondok Pesantren dalam Mewujudkan Keluarga Sakinah Perspektif Imam Syafi'i Fatih Arya Tyasaputra; Azmi Islami; Alfikrul Akbar
Jurnal Ilmu Hukum Vol. 2 No. 1 (2026): September-November
Publisher : Jurnal Ilmu Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ta'aruf merupakan jalan yang lazim ditempuh umat Islam menuju pernikahan, dan memiliki bobot tersendiri di kalangan guru pesantren yang berperan ganda sebagai pelaku sekaligus teladan bagi santri. Penelitian terdahulu umumnya mengkaji ta'aruf secara normatif-kepustakaan, dalam lingkup fikih munakahat secara umum, atau di kalangan santri dan pengguna media digital, sehingga kajian empiris mengenai guru pesantren yang dibaca secara khusus melalui prinsip fikih mazhab Syafi'i dan dikaitkan dengan pembentukan keluarga sakinah masih jarang ditemukan; celah inilah yang diisi oleh penelitian ini. Penelitian bertujuan mendeskripsikan implementasi ta'aruf antar guru di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta, menganalisisnya melalui prinsip fikih mazhab Syafi'i, serta mengidentifikasi tantangan dan kontribusinya terhadap keluarga sakinah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus lapangan; enam informan (tiga pasangan suami-istri) dipilih secara purposive, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman, serta diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil menunjukkan implementasi ta'aruf berlangsung melalui empat aspek yang saling terkait: latar belakang pemilihan ta'aruf, proses pelaksanaan, peran mediator, dan penerapan nilai, yang secara umum selaras dengan prinsip fikih Syafi'iyyah, yaitu menjaga pandangan, anjuran nazhar, menghindari khalwat, dan mendahulukan pertimbangan agama dalam memilih pasangan. Ta'aruf berkontribusi secara konkret terhadap keluarga sakinah dengan memberi bekal pengenalan karakter dan kesesuaian nilai keagamaan sejak sebelum menikah, namun bukan jaminan otomatis, karena terwujudnya sakinah tetap bergantung pada komunikasi dan penyesuaian pasangan yang berkelanjutan setelah menikah. Dengan memadukan guru pesantren sebagai pelaku sekaligus teladan, kerangka fikih Syafi'i yang spesifik, dan data empiris lapangan, penelitian ini memberikan kebaruan yang melengkapi kajian ta'aruf yang selama ini bersifat normatif.