Aditya Kurniawan
Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rancang Bangun Sistem Monitoring dan Datalogger Pemakaian kWh Beban AirNav Denpasar Aditya Kurniawan; KGS. M. Ismail; Suse Lamtiar
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9269

Abstract

Pencatatan konsumsi energi listrik pada Gedung Sistem Suplai Energi (SSE) AirNav Indonesia Cabang Denpasar selama ini masih dilakukan secara manual sebulan sekali dengan jarak tempuh titik ukur sejauh 1.498 meter dari ruang teknisi operasional. Kondisi ini memicu keterlambatan pelaporan, risiko kesalahan pencatatan (human error), serta lambatnya deteksi penurunan faktor daya di bawah 0,85 yang berpotensi menimbulkan denda daya reaktif. Penelitian ini dilakukan karena fasilitas navigasi penerbangan membutuhkan suplai daya yang kontinu serta pemantauan parameter kelistrikan real-time tanpa penarikan kabel fisik baru. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem monitoring serta datalogger pemakaian energi listrik (kWh) berbasis Node-RED dan Modbus TCP/IP melalui jaringan seluler. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan enam tahapan sistematis. Metode ini dipilih karena memungkinkan perancangan sistem secara terstruktur dari analisis kebutuhan hingga pengujian validasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan sistem berhasil memantau parameter secara real-time dan mencatatnya ke berkas CSV dengan akurasi rata-rata keseluruhan sebesar 99,34% (tegangan 99,97%, arus 99,12%, frekuensi 99,99%, daya aktif 98,22%, daya semu 99,24%, daya reaktif 98,18%, jenis beban 100%, faktor daya 99,36%, dan energi 100%). Sistem ini terbukti efektif menggantikan pencatatan manual dan mempermudah evaluasi energi. Penelitian lanjutan disarankan untuk memperpanjang durasi pengujian ketahanan perangkat, menambahkan basis data terpusat, serta mengintegrasikan sistem pencadangan otomatis.