Substasion Pantai Kelan merupakan salah satu titik distribusi energi listrik vital di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali yang menyuplai fasilitas keselamatan penerbangan, antara lain Instrument Landing System (ILS), DVOR, peralatan BMKG, gedung Launching Path ARFF, Pos Jaga Avsec, dan penerangan perimeter. Lokasi instalasi yang berbatasan langsung dengan garis pantai menyebabkan peralatan kelistrikan beroperasi di bawah pengaruh lingkungan maritim yang ekstrem, ditandai dengan kelembapan udara yang tinggi serta terpaan aerosol garam laut. Kondisi eksisting menunjukkan adanya degradasi fisik berupa korosi pada panel kubikel tegangan menengah (TM) 20 kV, timbulnya suara mendesis (hissing), serta indikasi fenomena korona (partial discharge) dan potensi flashover. Penelitian ini dilakukan karena pentingnya kontinuitas pasokan daya listrik navigasi dan perlunya mengetahui mekanisme kegagalan isolasi secara komprehensif. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi kondisi eksisting jaringan listrik, menganalisis faktor penyebab korosi dan degradasi isolasi, serta merumuskan jalur kegagalan sistem guna meningkatkan keandalan suplai kelistrikan. Metode penelitian yang digunakan adalah Fault Tree Analysis (FTA) dengan pendekatan top-down yang dipadukan dengan observasi visual lapangan, wawancara teknisi, dan dokumentasi riwayat pemeliharaan. Metode ini dipilih karena mampu menguraikan kegagalan sistemik dari kejadian puncak (top event) hingga akar penyebab dasar (basic event) secara terstruktur melalui gerbang logika. Hasil analisis FTA menetapkan Top Event berupa terjadinya gangguan pada kubikel tegangan menengah yang terbagi ke dalam tiga Intermediate Event utama, yaitu korosi komponen, korona, dan flashover. Temuan penelitian membuktikan bahwa kelembapan relatif yang tinggi dan keberadaan deposit garam dari atmosfer laut merupakan basic event dominan yang memicu penurunan resistansi isolasi permukaan serta mempercepat proses korosi elektrokimia. Upaya peningkatan keandalan yang direkomendasikan mencakup pemasangan dehumidifier dan peningkatan kekedapan ruang kubikel dalam jangka pendek, penerapan Condition-Based Maintenance (CBM) dalam jangka menengah, serta opsi relokasi substasion ke area yang lebih terlindung dari paparan langsung pesisir pantai sebagai solusi jangka panjang.