Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Rancangan sistem catu daya listrik pada bandara sultan bantilan tolitoli Vovi Azepi G. Soeka Raja; Edy Kurniawan; Suse Lamtiar S
Journal Transformation of Mandalika, e-ISSN: 2745-5882, p-ISSN: 2962-2956 Vol. 7 No. 5 (2026): Mei
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jtm.v7i5.6371

Abstract

Airports are critical facilities that require a reliable electrical power supply system to ensure safety and continuity of flight operations. The construction of a new terminal at Sultan Bantilan Tolitoli Airport has significantly increased electrical load demand; however, this development was not accompanied by an increase in secondary power supply capacity. This condition potentially reduces the reliability of the electrical system, particularly during disturbances in the main power source.This study aims to analyze the existing electrical power supply system, evaluate the adequacy of power capacity relative to current load demands, and design a more reliable power distribution system. The research employs a descriptive–explanatory method with a case study approach. The research stages include electrical load data collection, analysis of primary and secondary power supply capacity, separation of essential and non-essential loads, and system modeling and simulation using ETAP software.The results indicate that the existing secondary power supply or generator set capacity are insufficient to support the airport’s total electrical load after terminal expansion. Redesigning the distribution system by prioritizing essential loads and optimizing generator operation improves the reliability of power supply to critical loads. ETAP simulation results show that the proposed system meets acceptable technical limits for power flow and voltage profiles. Therefore, the proposed power supply system design is considered feasible to enhance the reliability and continuity of electrical power supply at Sultan Bantilan Tolitoli Airport
Rancangan reinstalasi runway edge light di bandar udara fransiskus xaverius seda maumere Nur Aida Basir; Edy Kurniawan; Iwan Koswara
Journal Scientific of Mandalika (JSM) e-ISSN 2745-5955 | p-ISSN 2809-0543 Vol. 7 No. 6 (2026): (in progress)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/10.36312/vol7iss6pp837-847

Abstract

The background of this research is the visual landing aid, specifically the runway edge lights, which have experienced an elevation decrease due to repeated overlay work and soil contour conditions. This phenomenon causes the light positions to not meet the ideal elevation thresholds, potentially affecting the effectiveness of visual guidance for pilots during flight operations. The purpose of this research is to produce a technical reinstatement design for the runway lights in accordance with aviation regulations. A Research and Development method was employed through field observations and elevation measurements. The discussion of this research includes an analysis of existing conditions, which serves as the foundation for designing light base height adjustments. The technical design is presented in the Detail Engineering Design (DED) and Bill Off Quantities (BOQ), covering all work aspects, from electrical installation procurement and the calculation of 12,535 meters of FL2XCY primary cable to civil works involving 2,008 m3 of soil excavation, as well as technical specifications for transformer pit construction and runway edge light base reconstruction. The conclusion of this research indicates that reinstatement is essential to restore the optimal function of the lights. The implementation of this design can improve sustainable flight operational safety at Fransiskus Xaverius Seda Maumere Airport.
PENINGKATAN KESIAPSIAGAAN TARUNA TERHADAP KEBAKARAN AKIBAT HUBUNG SINGKAT PADA PANEL LISTRIK MELALUI SOSIALISASI DAN PRAKTIK APAR Edy Kurniawan; I Wayan Juliarta; Taryana Taryana; Rubby Soebiantor; Iwan Koswara; Nurhedhi Desryanto
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.62121

Abstract

Kebakaran panel listrik merupakan risiko keselamatan kerja yang kritis di lingkungan pelatihan penerbangan karena kadet secara teratur berinteraksi dengan instalasi listrik, peralatan kontrol, dan sistem distribusi daya. Program keterlibatan masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kesiapan kadet dalam mencegah dan menanggapi kebakaran yang baru terjadi akibat korsleting. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 23 Juni 2025 di Gedung Teknik Baru Politeknik Penerbangan Indonesia Curug dan melibatkan 24 kadet Teknik Elektro Bandara dan lima dosen. Intervensi ini menggabungkan enam jam instruksi di kelas dengan dua jam praktik terbimbing. Konten pembelajaran mencakup keselamatan listrik, penyebab dan tanda peringatan korsleting, dasar-dasar dan klasifikasi kebakaran, pemilihan dan inspeksi alat pemadam kebakaran portabel, respons darurat awal, dan prosedur Tarik-Bidik-Tekan-Sapu. Evaluasi program bersifat deskriptif dan berdasarkan pencapaian kehadiran, keterlibatan peserta selama diskusi, penyelesaian tahapan praktik, dan pengamatan instruktur. Semua peserta yang ditargetkan hadir dalam program tersebut. Sesi kelas dan demonstrasi menghasilkan pertanyaan aktif mengenai sirkuit yang kelebihan beban, isolasi panel, media alat pemadam, dan jarak respons yang aman. Latihan terbimbing memberikan paparan langsung terhadap penanganan alat pemadam kebakaran dan memperkuat urutan pengendalian api awal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggabungkan penjelasan teknis dengan latihan terawasi dapat dilakukan untuk memperkenalkan kesiapsiagaan kebakaran kepada kadet. Namun, ketiadaan data pra-tes, pasca-tes, dan skor kinerja standar yang lengkap membatasi klaim kuantitatif tentang peningkatan kompetensi. Program di masa mendatang harus menggabungkan tes pengetahuan yang tervalidasi, daftar periksa keterampilan, penilaian retensi, dan latihan berkala untuk mendukung kompetensi keselamatan kebakaran yang terukur dan berkelanjutan.
Analisis Kesesuaian Sistem Penerangan Apron Floodlight Untuk Mendukung Keselamatan Operasional Penerbangan di Bandar Udara Karel Sadsuitubun Nurul Daniah Hasbi; Yenni Arnas; Edy Kurniawan
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9137

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan intensitas penerangan apron di Bandar Udara Karel Sadsuitubun, Langgur, yang dinilai kurang memadai dan tidak merata sebagai akibat penurunan kinerja (depresiasi) lampu halogen eksisting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian kuat penerangan aktual terhadap ketentuan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor PR 21 Tahun 2023 dan ICAO Annex 14, serta menguji pengaruh keandalan sistem penerangan tersebut terhadap keselamatan operasional penerbangan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui pengukuran lapangan dengan Digital Lux Meter pada kondisi permukaan kering dan basah di Parking Stand 1–4 serta area transisi gedung terminal, yang dilengkapi dengan penyebaran kuesioner kepada 42 personel operasional sisi udara. Analisis data mencakup komparasi nilai iluminansi, rasio keseragaman cahaya (uniformity ratio), serta uji statistik inferensial (regresi linear parsial dan koefisien determinasi) menggunakan SPSS versi 26. Hasil pengukuran menunjukkan kuat penerangan rata-rata di area apron berkisar antara 2,00–14,25 Lux, berada di bawah standar minimal regulasi sebesar 20 Lux. Kondisi paling kritis ditemukan pada Parking Stand 3 dan 4 (2,00–3,50 Lux) akibat belum tersedianya tiang floodlight mandiri. Hasil uji regresi parsial (uji t) menunjukkan nilai t-hitung (8,039) lebih besar dari t-tabel (2,021) dengan taraf signifikansi < 0,001, serta koefisien determinasi (R²) sebesar 60,8%, yang membuktikan bahwa kualitas pencahayaan apron floodlight berpengaruh positif dan signifikan terhadap keselamatan penerbangan. Penelitian ini merekomendasikan pemeliharaan preventif secara berkala serta migrasi ke teknologi lampu LED guna meningkatkan keandalan dan keselamatan operasional darat.
Analisis Tahanan Isolasi pada Jaringan Runway Edge Light di Bandara Gewayantana Larantuka Axal Nurfauzi; Iwan Koswara; Edy Kurniawan
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9218

Abstract

Runway Edge Light merupakan komponen Airfield Lighting System yang membantu pilot mengenali batas landasan pacu, terutama pada malam hari atau saat jarak pandang terbatas, sehingga keandalan tahanan isolasi jaringannya sangat menentukan keselamatan operasional penerbangan. Berdasarkan laporan Unit Listrik Bandara Gewayantana Larantuka, teridentifikasi indikasi gangguan pada jaringan Circuit Runway Edge Light yang berpotensi menimbulkan kebocoran arus dan membahayakan keselamatan penerbangan, namun kondisi tahanan isolasinya belum pernah diukur dan dianalisis secara terukur, sehingga kelayakan operasionalnya belum dapat dipastikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai tahanan isolasi pada jaringan Runway Edge Light di Bandara Gewayantana Larantuka serta kesesuaiannya dengan standar yang berlaku. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui studi literatur, observasi visual kondisi fisik jaringan, dan pengukuran tahanan isolasi menggunakan insulation tester bertegangan uji 5.000 Vdc pada lima titik uji setiap circuit, dilengkapi analisis data Earth Fault Detector (EFD) periode Mei–Juni 2026 serta uji penyiraman air pada bak trafo untuk memastikan sumber kebocoran. Hasil pengukuran menunjukkan tahanan isolasi rangkaian sebesar 11,8 MΩ pada Circuit 1 dan 0,0 MΩ pada Circuit 2, keduanya berada jauh di bawah nilai minimum 50 MΩ yang dipersyaratkan PR 26 Tahun 2022. Observasi fisik menemukan bak trafo kotor dan tergenang air tanpa penutup pada 20 titik, enam konektor kabel dalam kondisi buruk, dua sambungan konektor tanpa isolasi, serta satu trafo seri dengan kabel primer putus pada Circuit 2. Temuan ini menunjukkan Circuit 2 tidak dapat beroperasi secara normal, sedangkan Circuit 1 masih berfungsi meskipun kualitas isolasinya menurun. Dengan demikian, jaringan Runway Edge Light di Bandara Gewayantana Larantuka belum memenuhi standar kelayakan tahanan isolasi sehingga memerlukan tindakan perbaikan dan pemeliharaan segera guna menjaga keandalan dan keselamatan operasional penerbangan.
Analisis Keandalan Jaringan Listrik Substasion Pantai Kelan Bandara I Gusti Ngurah Rai Luhung Mohammad Nur; I Wayan Juliarta; Edy Kurniawan
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9270

Abstract

Substasion Pantai Kelan merupakan salah satu titik distribusi energi listrik vital di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali yang menyuplai fasilitas keselamatan penerbangan, antara lain Instrument Landing System (ILS), DVOR, peralatan BMKG, gedung Launching Path ARFF, Pos Jaga Avsec, dan penerangan perimeter. Lokasi instalasi yang berbatasan langsung dengan garis pantai menyebabkan peralatan kelistrikan beroperasi di bawah pengaruh lingkungan maritim yang ekstrem, ditandai dengan kelembapan udara yang tinggi serta terpaan aerosol garam laut. Kondisi eksisting menunjukkan adanya degradasi fisik berupa korosi pada panel kubikel tegangan menengah (TM) 20 kV, timbulnya suara mendesis (hissing), serta indikasi fenomena korona (partial discharge) dan potensi flashover. Penelitian ini dilakukan karena pentingnya kontinuitas pasokan daya listrik navigasi dan perlunya mengetahui mekanisme kegagalan isolasi secara komprehensif. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi kondisi eksisting jaringan listrik, menganalisis faktor penyebab korosi dan degradasi isolasi, serta merumuskan jalur kegagalan sistem guna meningkatkan keandalan suplai kelistrikan. Metode penelitian yang digunakan adalah Fault Tree Analysis (FTA) dengan pendekatan top-down yang dipadukan dengan observasi visual lapangan, wawancara teknisi, dan dokumentasi riwayat pemeliharaan. Metode ini dipilih karena mampu menguraikan kegagalan sistemik dari kejadian puncak (top event) hingga akar penyebab dasar (basic event) secara terstruktur melalui gerbang logika. Hasil analisis FTA menetapkan Top Event berupa terjadinya gangguan pada kubikel tegangan menengah yang terbagi ke dalam tiga Intermediate Event utama, yaitu korosi komponen, korona, dan flashover. Temuan penelitian membuktikan bahwa kelembapan relatif yang tinggi dan keberadaan deposit garam dari atmosfer laut merupakan basic event dominan yang memicu penurunan resistansi isolasi permukaan serta mempercepat proses korosi elektrokimia. Upaya peningkatan keandalan yang direkomendasikan mencakup pemasangan dehumidifier dan peningkatan kekedapan ruang kubikel dalam jangka pendek, penerapan Condition-Based Maintenance (CBM) dalam jangka menengah, serta opsi relokasi substasion ke area yang lebih terlindung dari paparan langsung pesisir pantai sebagai solusi jangka panjang.