I Dewa Gede Ary Parmadi
Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Koordinasi Proteksi OCR dan GFR Jaringan 20 kV Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali I Dewa Gede Ary Parmadi; Ahmad Kosasih; Rubby Soebiantoro
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9272

Abstract

Sistem distribusi tegangan menengah 20 kV Terminal Internasional Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali menyuplai fasilitas operasional yang bersifat kritis sehingga menuntut sistem proteksi yang selektif. Gangguan aliran listrik pada 10 Oktober 2025 serta perubahan konfigurasi jaringan akibat pengembangan fasilitas menjadi dasar perlunya evaluasi koordinasi Overcurrent Relay (OCR) dan Ground Fault Relay (GFR). Penelitian ini bertujuan menganalisis koordinasi OCR dan GFR pada kondisi eksisting, mengevaluasi pemenuhan prinsip selektivitas, dan menyusun rekomendasi setting relay yang lebih selektif. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus pada jalur SSF3–Bus 2.1, dipilih karena analisis bertumpu pada data numerik setting relay aktual dan jalur tersebut terkait langsung dengan kejadian gangguan. Sistem dimodelkan menggunakan ETAP, kemudian dilakukan Load Flow Analysis, Short Circuit Analysis, serta evaluasi kurva Time Current Characteristic (TCC) dan Sequence of Operation. Hasil simulasi menunjukkan arus hubung singkat tiga fasa sebesar 4,811–4,905 kA. Pada kondisi eksisting, gangguan di antara CB_F3.B dan CB_2.1G justru pertama kali direspons oleh relay hulu RLY_2.4C (OCR 220 ms; GFR 450 ms), sedangkan relay terdekat RLY_2.1G baru bekerja pada 300 ms (OCR) dan 600 ms (GFR). Setelah resetting, RLY_2.1G bekerja pertama sebagai proteksi utama pada 290 ms (OCR) dan 400 ms (GFR), diikuti relay hulu secara bertingkat sebagai proteksi cadangan. Dengan demikian, resetting memperbaiki urutan kerja relay sehingga koordinasi proteksi menjadi lebih selektif. Penelitian lanjutan disarankan memvalidasi setting di lapangan, memperbesar selang waktu antarrelay hulu, dan mengkaji relay diferensial saluran (87L) pada jaringan looping.