Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Financial Distress Dengan Menggunakan Model Zmijewski X-Score Pada PT Indofarma Tbk Periode 2020- 2024 Malfeeno Manuputty; Steven Siaila; Hanifa Bennu Nur
Manis: Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 10 No 1 (2026): MANIS : Jurnal Manajemen dan Bisnis
Publisher : Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/manis.10.1.31-38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kondisi kesehatan keuangan serta potensi terjadinya financial distress pada PT Indofarma Tbk periode tahun 2020-2024 dengan menggunakan model Zmijewski X-Score. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini bersifat sampel jenuh (saturated sampling) yaitu laporan keuangan tahunan PT Indofarma Tbk periode 2020–2024 yang diperoleh melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia. Teknik analisis data dilakukan dengan menghitung tiga variabel model Zmijewski, yaitu rasio profitabilitas melalui Return On Asset (X1), rasio solvabilitas melalui Debt Ratio (X2), dan rasio likuiditas melalui Current Ratio (X3). Hasil penelitian menunjukkan terjadinya penurunan kesehatan keuangan yang signifikan pada perusahaan dari tahun ke tahun. Pemanfaatan aset dinilai tidak efisien yang dibuktikan dengan nilai ROA yang berada di zona negatif sejak tahun 2021-2024. Debt Ratio melonjak melewati angka 1 sejak tahun 2023. Current Ratio merosot hingga menyentuh angka 0,08 pada tahun 2024. Berdasarkan formulasi model Zmijewski X-Score, pada tahun 2020 perusahaan bernilai negatif dengan skor (0,03713309) (X<0). Namun, sejak tahun 2021-2024 nilai X-Score secara berturut-turut bernilai positif (X>0), yaitu sebesar 0,038505358 (2021), 2,332613642 (2022), 11,70189315 (2023), dan mencapai titik tertinggi sebesar 14,38376081 (2024). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa PT Indofarma Tbk pada periode tergolong mengalami kesulitan keuangan (financial distress) yang mendalam.