Nabila Dwi Atiqa
Undergraduate of Medical Sciences, Faculty of Medicine and Dentistry, Universitas Prima Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Stres Akademik dengan Pola Tidur dan Indeks Massa Tubuh pada Mahasiswa Pendidikan Kedokteran Nabila Dwi Atiqa; Reghita Claudia Malau; Andrico Napolin Lumban Tobing
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 4 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v5i4.29640

Abstract

Mahasiswa kedokteran menghadapi tuntutan akademik yang intens sehingga rentan mengalami stres psikologis yang dapat berdampak pada kesehatan fisik, termasuk kualitas tidur dan perubahan berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara stres akademik dengan pola tidur dan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada mahasiswa tahap preklinik di Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 89 responden dipilih melalui teknik simple random sampling. Data stres akademik diukur menggunakan instrumen Academic Stress Scale (ASS), pola tidur dievaluasi menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan IMT dihitung berdasarkan pengukuran antropometri. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah perempuan (76,4%) dengan usia rata-rata 19 tahun. Terdapat hubungan positif yang signifikan secara statistik antara stres akademik dengan pola tidur (p<0,001;r=0,638) serta antara stres akademik dengan IMT (p<0,001; r=0,463). Semakin tinggi tingkat stres akademik, semakin buruk pola tidur mahasiswa dan semakin besar peluang terjadinya peningkatan IMT (kelebihan berat badan). Penelitian ini menyimpulkan bahwa stres akademik merupakan prediktor yang signifikan terhadap disrupsi pola tidur dan perubahan status gizi mahasiswa kedokteran, sehingga institusi pendidikan perlu mengintegrasikan program manajemen stres ke dalam kurikulum pembinaan mahasiswa.