Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Exploring Training Needs to Improve Tuberculosis Notification in the Private Healthcare Sector: A Qualitative Study Suryanti Chan; Hamzah Hamzah; Saiful Batubara; Susanti Susanti
Majalah Kesehatan Indonesia Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/makein.2026363

Abstract

Tuberculosis (TB) under-notification remains a challenge in pluralistic healthcare systems, where cases managed in private healthcare settings may not be captured in national surveillance systems. This study explored the training needs of physicians working in private healthcare settings to improve TB notification practices. A qualitative exploratory study was conducted among 10 physicians working in private clinics and independent practices in Batam, Indonesia. Participants were purposively selected based on experience managing TB cases. Semi-structured interviews were conducted between May and July 2026, audio-recorded, transcribed verbatim, and analyzed using thematic analysis. TB notification practices were shaped by interactions between provider competence, clinical workflow constraints, and the reporting environment. Although participants were aware of notification requirements, competing clinical responsibilities, limited workflow integration, and perceived reporting-system complexity constrained routine notification. Participants identified needs for practical competencies, including step-by-step guidance and hands-on practice, together with flexible educational delivery and continued implementation support. They also emphasized that system- and organizational-level barriers could not be addressed through training alone. Improving TB notification may therefore require practical, context-sensitive training integrated with ongoing support and enabling workflow and reporting conditions. Abstrak: Tuberkulosis (TB) yang tidak dilaporkan masih menjadi tantangan dalam sistem pelayanan kesehatan pluralistik, di mana kasus yang ditangani di fasilitas kesehatan swasta mungkin tidak tercatat dalam sistem surveilans nasional. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kebutuhan pelatihan dokter di fasilitas kesehatan swasta untuk meningkatkan praktik notifikasi TB. Penelitian kualitatif eksploratif dilakukan terhadap 10 dokter yang bekerja di klinik swasta dan praktik mandiri di Batam, Indonesia. Peserta dipilih secara purposif berdasarkan pengalaman menangani kasus TB. Wawancara semi-terstruktur dilakukan antara Mei dan Juli 2026, direkam, ditranskripsikan secara verbatim, dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Praktik notifikasi TB dipengaruhi oleh interaksi antara kompetensi penyedia layanan, kendala alur kerja klinis, dan lingkungan pelaporan. Meskipun peserta memahami persyaratan notifikasi, tanggung jawab klinis, keterbatasan integrasi notifikasi dalam alur kerja, dan kompleksitas sistem pelaporan yang dirasakan menjadi hambatan dalam pelaksanaan notifikasi rutin. Peserta mengidentifikasi kebutuhan akan kompetensi praktis, termasuk panduan langkah demi langkah dan praktik langsung, serta metode pelatihan fleksibel dan dukungan implementasi berkelanjutan. Peserta juga menekankan bahwa hambatan sistem dan organisasi tidak dapat diatasi melalui pelatihan saja. Peningkatan notifikasi TB memerlukan pelatihan praktis dan sesuai konteks yang terintegrasi dengan dukungan berkelanjutan serta kondisi alur kerja dan sistem pelaporan yang mendukung.