Mafiza Hanina Rahmah
Program Studi Magister Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelatihan dan Penyuluhan Masker Karbon Aktif Ekstrak Daun Bidara untuk Filtrasi Paparan Pestisida pada Petani Nurul Amaliyah; Zaeni Budiono; Mela Firdaust; Mafiza Hanina Rahmah
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v6i1.1158

Abstract

Penggunaan insektisida secara masif di sektor pertanian akan meningkatkan risiko paparan kronis pada petani yang memicu kerusakan organ sistemik, seperti ginjal. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang kurang memadai oleh petani saat menyemprot pestisida dapat meningkatkan risiko paparan zat kimia berbahaya ke dalam tubuh. APD yang proper sangat dibutuhkan melindungi petani khususnya meminimalkan paparan melalui jalur inhalasi. Sebagai upaya preventif, tim pengabdi berinovasi untuk memberikan pelatihan kepada kelompok petani untuk membuat masker filtrasi campuran karbon aktif dan ekstrak daun bidara (Ziziphus mauritiana) untuk meminimalkan paparan pestisida. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Desa Karangmangu, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas dengan melibatkan 25 petani sebagai khalayak sasaran. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif dan pelatihan pembuatan serta penggunaan masker filtrasi mandiri. Evaluasi keberhasilan program diukur menggunakan pre-test dan post-test, dan data dianalisis secara statistik menggunakan uji Paired T-Test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas kognitif peserta yang signifikan. Rata-rata nilai pengetahuan responden meningkat dari 53,20 saat pre-test menjadi 79,20 saat post-test. Analisis statistik menghasilkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), mengindikasikan adanya perbedaan yang bermakna pada tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Tingkat kelulusan peserta mencapai 100% dengan nilai post-test memenuhi indikator ketuntasan (≥70). Program edukasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis petani. Keberlanjutan program didorong melalui pembentukan kader tani sehat, integrasi dengan program Posbindu PTM Puskesmas, serta penggalangan bahan baku berbasis pemanfaatan pekarangan lokal.