Nava Tri Aristiya
Universitas Dian Nuswantoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KOMPETENSI KOMUNIKASI GURU DALAM STORYTELLING UNTUK MENUMBUHKAN LITERASI MEMBACA SISWA SEKOLAH DASAR Nava Tri Aristiya; Mukaromah Mukaromah
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 3 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v9i3.28213

Abstract

Rendahnya tingkat literasi membaca pada siswa sekolah dasar masih menjadi persoalan pendidikan di Indonesia. Kondisi tersebut juga terlihat di Kecamatan Gayamsari Kota Semarang yang memiliki tingkat kegemaran membaca terendah dibandingkan kecamatan lain di Kota Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi komunikasi guru dalam menerapkan storytelling guna menumbuhkan literasi membaca siswa sekolah dasar negeri di Kecamatan Gayamsari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah dan guru di SD Negeri Pandean Lamper 03, SD Negeri Kaligawe, dan SD Negeri Sawah Besar 02. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi komunikasi guru dalam storytelling terlihat melalui tiga aspek utama, yaitu motivasi, pengetahuan, dan keterampilan komunikasi. Guru memiliki motivasi untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan meningkatkan minat baca siswa. Pengetahuan guru tampak dalam kemampuan memilih cerita, menyesuaikan metode dengan karakter siswa, serta menghubungkan storytelling dengan materi pembelajaran. Keterampilan komunikasi guru terlihat melalui penggunaan intonasi, ekspresi wajah, media pembelajaran, refleksi, ice breaking, permainan, dan interaksi langsung dengan siswa. Storytelling tidak hanya digunakan sebagai metode bercerita, tetapi juga sebagai strategi komunikasi pedagogis untuk membangun pemahaman, keterlibatan, dan kebiasaan membaca siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi  pada kajian komunikasi, melalui pemahaman kompetensi komunikasi guru dalam penerapan storytelling dalam menumbuhkan literasi membaca siswa, selain itu penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi peneliti selanjutnya yang membahas strategi komunikasi pembelajaran dalam penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah dasar.