Dewi Sri Jayanti
Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Gampong Tibang melalui Teknologi Pengolahan Tepung Biji Trembesi Dewi Sri Jayanti; Cut Nilda; Teuku Ferijal; Nova Suryani; Raida Agustina; Muhammad Yasar; Devianti Devianti
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 4 No 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 4 Nomor 1,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v4i1.113

Abstract

Biji trembesi (Samanea saman) merupakan biomassa lokal yang banyak dijumpai di Gampong Tibang dan kawasan sekitarnya, tetapi belum dimanfaatkan secara produktif oleh masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemanfaatan biji trembesi melalui penerapan teknologi pengolahan sederhana menjadi tepung, memperkuat keterampilan mitra dalam penanganan bahan, serta memperoleh karakteristik awal produk melalui pengujian kadar air dan tanin. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dengan melibatkan aparatur gampong, kelompok mitra, tim pengabdi, dan mahasiswa KKN Tematik. Proses pengolahan meliputi pengumpulan dan sortasi, pencucian dan penjemuran, pengupasan cangkang, perebusan selama 30 menit, perendaman selama tiga hari disertai penggantian air, pengupasan kulit biji, pengeringan akhir, penyangraian dengan api kecil, dan penepungan menggunakan mesin grinder. Tepung trembesi yang dihasilkan memiliki kadar air awal 3,67%, sedangkan pengujian tanin pada sampel biji trembesi menunjukkan nilai 33,05 ppm sehingga dapat digunakan sebagai produk antara untuk pengembangan olahan pangan berikutnya. Kadar air tersebut menjadi indikator awal keberhasilan proses pengeringan, sementara hasil tanin memberikan informasi awal mengenai komponen antinutrisi yang perlu diperhatikan dalam standardisasi proses. Kegiatan ini menghasilkan alur pengolahan yang dapat dipraktikkan kembali oleh mitra dan mengubah biji trembesi yang sebelumnya belum dimanfaatkan menjadi produk tepung bernilai tambah. Pengembangan berikutnya diarahkan pada standardisasi kondisi proses, pengemasan, stabilitas penyimpanan, dan formulasi produk turunan.