Ariel Dwi Haryanto
Universitas Singaperbangsa Karawang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Senam Manuk Dadali terhadap Peningkatan Keterampilan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun di TK Al-Wadah Bekasi Ariel Dwi Haryanto; Feronica Eka Putri; Ine Nirmala
Jurnal Diferensiasi: Jurnal Hasil Penelitian, Pengembangan dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2026): September
Publisher : Yayasan Masyarakat Cita Insani (YAMACITA): Bergerak Dibidang Penelitian, Pendidikan, Pelatihan, Reasearch

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66957/m61ned35

Abstract

Abstract: Gross motor skills are a foundational component of early childhood development and require regular, enjoyable, and developmentally appropriate physical stimulation. Previous studies have largely examined rhythmic or creative gymnastics in general, whereas evidence on movement programs that integrate local cultural music remains limited. This study examined the within-group effectiveness of Manuk Dadali gymnastics, a movement activity accompanied by a Sundanese traditional song, for improving gross motor skills among children aged 5-6 years at TK Al-Wadah Bekasi. A quantitative pre-experimental one-group pretest–posttest design was used with 17 Group B children who had been identified during preliminary observation as requiring additional gross motor stimulation. The intervention was implemented in eight structured sessions. Gross motor performance was observed across coordination, strength, speed/agility, balance, and flexibility indicators. Pretest and posttest scores were compared using a paired-samples t test. The mean score increased from 26.71 (SD = 2.37) to 48.41 (SD = 2.81), with a mean gain of 21.71 points. The paired comparison was statistically significant, t(16) = -28.705, p < .001, and the standardized within-subject change was large (Cohen’s dz = 6.96). The findings indicate a substantial improvement in gross motor scores following the Manuk Dadali gymnastics sessions. However, because the study involved a small sample from one school and did not include a control group, the results should be interpreted as evidence of pre–post improvement rather than definitive causal proof. Manuk Dadali gymnastics may therefore serve as a culturally contextualized option for gross motor stimulation in early childhood education. Abstrak: Keterampilan motorik kasar merupakan komponen dasar perkembangan anak usia dini yang perlu distimulasi melalui aktivitas fisik yang teratur, menyenangkan, dan sesuai tahap perkembangan. Penelitian terdahulu lebih banyak menguji senam irama atau senam kreasi secara umum, sedangkan kajian mengenai program gerak yang memadukan unsur budaya lokal masih terbatas. Penelitian ini mengkaji efektivitas dalam kelompok dari senam Manuk Dadali, yaitu aktivitas gerak yang diiringi lagu tradisional Sunda, terhadap peningkatan keterampilan motorik kasar anak usia 5-6 tahun di TK Al-Wadah Bekasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen one-group pretest–posttest. Subjek terdiri atas 17 anak kelompok B yang pada pra-penelitian teridentifikasi masih memerlukan stimulasi motorik kasar. Intervensi diberikan selama delapan pertemuan terstruktur. Penilaian observasional mencakup koordinasi, kekuatan, kecepatan/kelincahan, keseimbangan, dan kelenturan. Skor pretest dan posttest dibandingkan dengan paired-samples t test. Rata-rata skor meningkat dari 26,71 (SD = 2,37) menjadi 48,41 (SD = 2,81), dengan selisih rata-rata 21,71 poin. Perbedaan tersebut signifikan, t(16) = -28,705, p < 0,001, dengan perubahan terstandar dalam subjek yang besar (Cohen’s dz = 6,96). Temuan menunjukkan adanya peningkatan substansial keterampilan motorik kasar setelah rangkaian senam Manuk Dadali. Meskipun demikian, sampel yang kecil, lokasi tunggal, dan tidak adanya kelompok kontrol membatasi kesimpulan kausal. Senam Manuk Dadali berpotensi menjadi alternatif stimulasi motorik kasar yang kontekstual dengan budaya lokal dalam pembelajaran PAUD.