Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STUDI EMOSI PADA LIRIK LAGU ALBUM SIALNYA, HIDUP HARUS TETAP BERJALAN KARYA BERNADYA (KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA) Shendy Maftalia Fifadhilni; Charlina; Elvrin Septyanti
TANDA Vol 6 No 05 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i05.2927

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk-bentuk emosi yang terdapat dalam lirik lagu album “Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan” karya Bernadya berdasarkan kajian psikologi sastra menggunakan teori klasifikasi emosi David Krech dan Richard S. Crutchfield. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa kutipan lirik lagu yang mengandung representasi emosi secara eksplisit maupun implisit. Sumber data penelitian berasal dari delapan lagu dalam album tersebut, yaitu Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan, Kata Mereka Ini Berlebihan, Lama-Lama, Kita Kubur Sampai Mati, Ambang Pintu, Berlari, Kini Mereka Tahu, dan Untungnya Hidup Harus Tetap Berjalan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik pustaka, simak, dan catat, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 26 data emosi yang ditemukan dan diklasifikasikan ke dalam empat kategori emosi menurut Krech, yaitu emosi dasar, emosi yang berhubungan dengan stimulasi sensor, emosi yang berhubungan dengan diri sendiri, dan emosi yang berhubungan dengan orang lain. Kategori emosi yang paling dominan adalah emosi yang berhubungan dengan diri sendiri, khususnya emosi gagal dan menyesal, yang menggambarkan proses refleksi serta evaluasi diri akibat pengalaman emosional dalam hubungan interpersonal. Selain itu, ditemukan emosi sedih, marah, senang, kenikmatan, dan cinta yang merepresentasikan berbagai kondisi psikologis manusia seperti kehilangan, kekecewaan, penerimaan, harapan, serta keterikatan emosional. Penelitian ini menunjukkan bahwa lirik lagu Bernadya menjadi media ekspresi psikologis yang mampu menggambarkan kompleksitas emosi manusia dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan kajian dalam pembelajaran sastra.