Ni Putu Tantri Miranti
Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Key Perfomance Indicator (KPI) Dalam Peningkatkan Kinerja Operasional Rajungan (Portunus pelagicus) Kaleng di PT. X Jaulim Sirait; Ni Putu Tantri Miranti; Fuji Samsu
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 17 No 2 (2026): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v17i2.10333

Abstract

Industri pengolahan rajungan kaleng menghadapi tantangan dalam menjaga efisiensi operasional akibat variasi produktivitas tenaga kerja dan rendemen yang berdampak pada pencapaian target produksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh produktivitas tenaga kerja dan rendemen terhadap Key Performance Indicator (KPI) operasional pada industri pengolahan rajungan (Portunus pelagicus) kaleng di PT. X. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, pengukuran produktivitas dan rendemen pada proses sortasi daging grade special dan colossal, dokumentasi, serta kuesioner terhadap 40 responden yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, perhitungan indeks efisiensi KPI, dan regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas rata-rata sortasi daging special sebesar 1,63 kg/jam/orang dan colossal sebesar 3,92 kg/jam/orang, sedangkan rendemen masing-masing mencapai 98,57% dan 98,39%, lebih tinggi dari standar perusahaan (97%). Meskipun demikian, nilai Indeks Efisiensi KPI hanya mencapai 95,26%, yang mengindikasikan kinerja operasional belum memenuhi target perusahaan akibat produktivitas tenaga kerja yang masih rendah. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa produktivitas tenaga kerja dan rendemen berpengaruh positif dan signifikan terhadap pencapaian KPI (p<0,05), dengan produktivitas sebagai faktor yang paling dominan. Peningkatan kompetensi operator, penyempurnaan metode kerja, dan evaluasi KPI secara berkala diperlukan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung daya saing industri pengolahan rajungan.