Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian Perkembangan Konsep Efek Fotolistrik: Tinjauan Fisika Klasik dan Fisika Modern Siti Sohibah; Adam Malik
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains (JPFS) Vol 9 No 2 (2026): September
Publisher : Pendidikan Fisika, FKIP, Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52188/jpfs.v9i2.2272

Abstract

Efek fotolistrik menempati posisi penting dalam sejarah fisika karena menyingkapkan keterbatasan teori gelombang klasik dan membuka jalan menuju fisika kuantum. Paper ini mengkaji perkembangan konsep efek fotolistrik melalui studi pustaka, dengan membandingkan kerangka elektromagnetik klasik dan penjelasan kuantum modern. Fisika klasik, yang bersandar pada teori gelombang cahaya Maxwell, memprediksi bahwa energi kinetik elektron yang terpancar bergantung pada intensitas cahaya dan emisi dapat terjadi pada frekuensi berapa pun asalkan waktu penyinaran cukup lama. Hasil pengamatan eksperimen oleh Hertz, Hallwachs, dan Lenard justru bertentangan dengan prediksi tersebut, yaitu ditemukannya frekuensi ambang, emisi elektron yang seketika, serta energi kinetik yang tidak bergantung pada intensitas cahaya. Pada tahun 1905, Albert Einstein memecahkan anomali ini dengan mengusulkan bahwa cahaya terdiri atas kuantum energi diskret (foton), yang masing-masing membawa energi sebanding dengan frekuensinya. Hipotesis kuantum ini, yang kemudian dibuktikan secara eksperimental oleh Millikan, menjadi salah satu pilar dasar mekanika kuantum dan mengantarkan Einstein memperoleh Hadiah Nobel Fisika tahun 1921. Pergeseran dari deskripsi gelombang kontinu menuju deskripsi partikel terkuantisasi ini menggambarkan perubahan paradigma fundamental dalam fisika, dan memberikan wawasan pedagogis yang berharga bagi pendidikan fisika.