Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Semiotika Greimas: Makna Lagu “Sadrah” oleh For Revenge Melinda Syaninditha; Jefri Audi Wempi
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 10 (2026): Jurnal Impresi Indonesia (Issue in Progres)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i10.8128

Abstract

Musik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga media komunikasi yang membawa realitas sosial, emosional, dan budaya melalui sistem tanda. Lagu Sadrah karya For Revenge menuai beragam tafsir di kalangan pendengar, menunjukkan bahwa maknanya tidak tunggal dan dibentuk oleh hubungan antartanda dalam suatu susunan naratif. Penelitian ini menganalisis makna lirik lagu “Sadrah” menggunakan semiotika struktural A.J. Greimas melalui skema aktansial dan kotak semiotika. Kajian ini bersifat kualitatif dengan analisis semiotika sebagai metode. Lirik “Sadrah” menjadi data primer, sedangkan jurnal ilmiah, buku, dan artikel relevan digunakan sebagai data sekunder melalui studi pustaka. Analisis skema aktansial menunjukkan tokoh “Aku” sebagai subjek yang terasing, dengan ego sebagai penentang utama. Narasi bergerak melalui empat fase skema naratif, yaitu manipulasi, kompetensi, performa, dan sanksi, yang mencerminkan tahapan duka menuju penerimaan. Kotak semiotika mengungkap bahwa kepasrahan bukanlah kekalahan pasif, melainkan bentuk kedaulatan eksistensial yang aktif dan rasional. Makna “Sadrah” bersifat polisemik, dapat dibaca melalui perspektif Stoikisme dan Amor Fati, serta sebagai mekanisme koping terhadap trauma broken home. Penelitian ini memperluas pemahaman tentang pembentukan makna dalam lagu “Sadrah” dan berkontribusi pada kajian semiotika musik populer Indonesia, khususnya melalui pendekatan struktural A.J. Greimas.