Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kedalaman Diskon dan Respons Konsumen pada Live Commerce: Tinjauan Sistematis Atas Asumsi Linearitas dan Agenda Pengujian Bentuk Fungsi Dedi Gunarto; Arif Siaha Widodo
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 10 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i10.8147

Abstract

Perkembangan live commerce meningkatkan penggunaan diskon sebagai strategi harga untuk memengaruhi perilaku konsumen. Tinjauan ini memetakan bentuk fungsi yang digunakan literatur untuk memodelkan hubungan antara kedalaman diskon dan respons konsumen pada live commerce, mengidentifikasi mekanisme yang menjelaskan efek diskon, menelusuri sebab pertentangan temuan antar-studi, dan menilai sejauh mana literatur perilaku konsumen terhubung dengan literatur analitik penetapan harga. Tinjauan literatur sistematis mengikuti PRISMA 2020. Pencarian dijalankan pada Scopus, Web of Science, Garuda, DOAJ, SINTA, Google Scholar, dan SSRN untuk rentang 2019–2026 dengan string tiga blok kata kunci (platform × instrumen harga × respons). Dari 500 rekaman teridentifikasi, 148 disaring pada tahap judul dan abstrak, 113 diteruskan ke tahap teks penuh, dan 60 artikel berkonteks Indonesia diekstraksi penuh pada 20 kolom data. Sintesis dilakukan secara naratif dengan vote counting arah dan signifikansi serta coding tematik lima klaster. Kolom uji non-linearitas bernilai "tidak diuji" pada 60 dari 60 artikel; bentuk fungsi tercatat linear pada 48 artikel (80,0%) dan tidak dapat ditentukan pada 12 artikel, tanpa satu pun bentuk kuadratik maupun ambang. Tidak satu pun artikel menguji moderator, dan mediator hanya diuji pada 13 artikel yang menyebar pada sebelas konstruk berbeda. Sebanyak 38 artikel (63,3%) tidak menamai kerangka teori, 56 artikel (93,3%) berdesain survei potong-lintang, tidak ada eksperimen, dan median ukuran sampel adalah 100 tanpa satu pun analisis kekuatan statistik. Secara teoretis, dominasi kerangka Stimulus–Organism–Response yang memposisikan diskon sebagai stimulus biner perlu dilengkapi kerangka yang memperlakukan kedalaman sebagai besaran bertingkat.
Product Bundling sebagai Pemicu Pembelian Impulsif di Live-Streaming Commerce: Systematic Literature Review dan Model Konseptual Dedi Gunarto; Arif Siaha Widodo
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 10 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i10.6432

Abstract

Product bundling adalah taktik promosi harga yang nyaris selalu hadir dalam penjualan melalui siaran langsung, namun perannya sebagai pemicu pembelian impulsif belum disintesis secara sistematis. Tinjauan ini bertujuan memetakan keadaan penelitian, mengidentifikasi atribut desain bundling yang berfungsi sebagai stimulus, menjelaskan mekanisme organisme yang memerantarainya, dan menyusun model konseptual yang dapat diuji. Prosedur mengikuti PRISMA 2020 pada delapan basis data, yaitu Scopus, ScienceDirect, Emerald Insight, Taylor & Francis, SAGE, Wiley, Google Scholar, serta Garuda dan SINTA sebagai lapis konteks nasional, dengan rentang terbitan 2016 hingga September 2026. Dari 591 rekaman awal, 73 artikel memenuhi syarat dan dianalisis melalui sintesis naratif tematik atas 26 butir ekstraksi. Hasil menunjukkan bidang ini baru matang dan terbelah: 89,0 persen artikel terbit dalam lima tahun terakhir, 45,2 persen berkonteks Indonesia, 39 artikel berancangan survei berbanding 18 eksperimen, dan 33 artikel tidak menyebut kerangka teori. Dari 21 pengguna Stimulus–Organism–Response, 20 berasal dari arus live-streaming commerce dan tidak satu pun dari arus product bundling, sedangkan ketiga konstruk fokal bertemu hanya pada empat artikel. Sintesis menghasilkan lima tema yang mencakup seluruh corpus dan menunjukkan bahwa bukti kuat bundling terbatas pada luaran evaluatif, bukan pada pembelian impulsif; analisis sensitivitas atas 61 artikel memperlihatkan pola inti tersebut bertahan. Kontribusinya adalah Model Rute Ganda Bundel Terkompresi beserta dua belas proposisi yang memisahkan rute kognitif–evaluatif dari rute afektif–gairah dengan kompresi waktu keputusan sebagai pemoderasi berarah ganda, ditambah agenda riset empat belas butir dan implikasi bagi UMKM serta merek di Indonesia.