Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pelayanan Petugas Gizi Terhadap Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit Umum Daerah Tanjung Kabupaten Lombok Utara Arifa Maulani; Zulhadi; Satria Efendi
P@RAD!GMA : Jurnal Kajian Budaya & Media Vol. 4 No. 02 (2026): P@RAD!GMA: Jurnal Kajian Budaya & Media
Publisher : YAYASAN HAMJAH DIHA bekerjasama dengan PENA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan gizi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Kabupaten Lombok Utara menghadapi berbagai permasalahan, antara lain tingginya sisa makanan pasien, ketidaksesuaian preferensi dan porsi makanan, keterlambatan penyajian, terbatasnya edukasi gizi, minimnya variasi menu, serta rendahnya keterlibatan pasien dalam perencanaan menu. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pelayanan petugas gizi terhadap tingkat kepuasan pasien rawat inap, sekaligus mengidentifikasi jenis pelayanan dan tingkat kepuasan pasien. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien rawat inap di RSUD Tanjung Kabupaten Lombok Utara selama tiga bulan terakhir (Juni–Agustus 2024) sebanyak 1.386 orang. Jumlah sampel dihitung menggunakan rumus Slovin dengan margin kesalahan 10%, menghasilkan 93 responden yang dipilih melalui teknik probability sampling (simple random sampling). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas (r-tabel 0,374) dan reliabilitasnya (Cronbach's Alpha 0,757 untuk kedua variabel), kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 59,1% responden menyatakan puas terhadap pelayanan petugas gizi, dan 65,6% responden menyatakan puas terhadap pelayanan secara keseluruhan. Uji regresi linear sederhana menghasilkan persamaan Y = 2,331 + 0,339X, dengan nilai signifikansi uji t sebesar 0,000 (p<0,05) dan koefisien determinasi (R-square) sebesar 0,65, yang berarti 65% variasi tingkat kepuasan pasien dijelaskan oleh kualitas pelayanan petugas gizi, sedangkan 35% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Dapat disimpulkan bahwa pelayanan petugas gizi berpengaruh signifikan dan positif terhadap tingkat kepuasan pasien rawat inap; semakin baik pelayanan gizi yang diberikan, semakin tinggi pula kepuasan pasien.
Strategi Pengembangan Wisata Air Terjun Berbasis Ekowisata Dan Pemberdayaan Masyarakat: Analisis Empiris Di Desa Santong, Kabupaten Lombok Utara Fariz Ridho Pratama; Zulhadi; Satria Efendi
EKBIS : Jurnal Ekonomi & Bisnis Vol. 2 No. 01 (2026): EKBIS : Jurnal Ekonomi & Bisnis
Publisher : YAYASAN HAMJAH DIHA bekerjasama dengan PENA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Santong di Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memiliki potensi kekayaan alam berupa bentang air terjun yang melimpah, namun pengelolaannya sebagai destinasi ekowisata berkelanjutan belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan kondisi objektif destinasi wisata air terjun di Desa Santong, mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi dinamika pengembangannya, serta merumuskan strategi pengembangan ekowisata yang selaras dengan prinsip pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data primer dan sekunder dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan informan yang dipilih secara purposive (terdiri atas pihak pemerintah desa, pengelola tempat wisata, tokoh masyarakat, dan wisatawan), serta studi dokumentasi atas rekapitulasi data kunjungan. Data dianalisis mengacu pada model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya menggunakan teknik triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Santong memiliki lebih dari 30 titik air terjun dengan dua destinasi utama, yaitu Tiu Teja (ketinggian ±40 meter) dan Tiu Sekeper (ketinggian ±102 meter). Meskipun memiliki keaslian alam yang tinggi, pengembangannya masih menghadapi hambatan pada kendala aksesibilitas (jalan tanah/berbatu sepanjang 2 km), keterbatasan amenitas (belum ada toilet permanen dan penunjuk arah), serta kelembagaan Pokdarwis yang belum memiliki struktur kerja fungsional dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Strategi pengembangan yang direkomendasikan berfokus pada penataan infrastruktur dasar, penguatan kapasitas kelembagaan Pokdarwis melalui pelatihan dan legalitas BUMDes, optimalisasi promosi digital, serta penerapan regulasi konservasi lingkungan yang ketat untuk menjaga kelestarian ekosistem