Kecemasan yang tidak terkendali pada pasien pre operasi dapat memperburuk masalah kesehatan fisik dan mental. Kecemasan pada pasien yang akan menjalani pembedahan dapat berdampak negatif pada prosedur operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengalaman operasi dan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien pre fraktur di Ruang Zaidar Aulia Hospital. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang mengalami fraktur yang masuk rumah sakit dan rawat inap di Ruang Zaidar Aulia Hospital dan akan menjalani operasi yang berjumlah 33 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang mengalami fraktur yang masuk rumah sakit dan rawat inap di Ruang Zaidar Aulia Hospital dan akan menjalani operasi yang berjumlah 33 orang dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner HRS-A (Hamilton Rating Scale for Anxiety) dan kuesioner dukungan keluarga menggunakan skala likert yang terdiri dari 20 pernyataan. Hasil uji kuesioner dengan 20 item soal didapakan r hitung 0,935. Item soal dinyatakan valid apabila jika r hitung lebih besar dari r table (0,576) pada taraf signifikan 5 % atau α = 0,05 yaitu r hitung > r table. Berarti kuesioner dukungan keluarga tersebut valid. Untuk uji reliabilitas diperoleh nilai alpha cronbach 0,935. Hasil statistik menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengalaman operasi, dan dukungan keluarga responden dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi fraktur, nilai P value ≤ 0,05. Diharapkan petugas kesehatan dapat memberikan edukasi terkait prosedur operasi dan dukungan keluarga agar pasien tetap semangat serta tidak merasa cemas akan prosedur operasi yang akan dilakukan.