Muhammad Nur Iqbal
Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Estimasi Stok Karbon Biomassa Atas Permukaan pada Ekosistem Mangrove di Kawasan Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove Segarajaya, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi Fis Purwangka; Dwi Putra Yuwandana; Farida Ratna Dewi; Awang Asmoro; Muhammad Nur Iqbal; Muhammad Faishal Ashshiddiqi; Yosua Septiawan; Agung Budi Pratama; M Galur Gading; Daisy Rahma Rizal
Buletin Oseanografi Marina Vol 15, No 3 (2026): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v15i3.81642

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam mitigasi perubahan iklim melalui kemampuan menyimpan karbon dalam biomassa dan sedimen. Namun, kawasan pesisir utara Jawa, termasuk wilayah Tarumajaya, menghadapi tekanan antropogenik tinggi serta keterbatasan data inventaris karbon pada ekosistem mangrove hasil restorasi. Penelitian ini bertujuan mengestimasi biomassa, stok karbon, dan simpanan ekuivalen karbon dioksida (CO₂) pada ekosistem mangrove di Kawasan Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (Jembatan Cinta), Desa Segarajaya, Kabupaten Bekasi. Pengambilan data dilakukan pada dua lokasi menggunakan metode transek dan plot contoh untuk mengukur kerapatan, tutupan, dan diameter batang (DBH), yang selanjutnya dianalisis menggunakan persamaan allometrik non-destruktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rhizophora mucronata merupakan spesies dominan dengan kerapatan sangat padat dan tutupan >75% di kedua lokasi. Biomassa mangrove mencapai 558,19 ton/ha pada Lokasi 1 dan 443,86 ton/ha pada Lokasi 2, dengan stok karbon masing-masing sebesar 256,75 ton C/ha dan 204,15 ton C/ha. Estimasi simpanan ekuivalen CO₂ mencapai 943,17 ton CO₂/ha pada Lokasi 1 dan 707,65 ton CO₂/ha pada Lokasi 2. Hasil ini menegaskan bahwa kawasan mangrove Jembatan Cinta memiliki kapasitas signifikan sebagai penyimpan karbon pada ekosistem restorasi dan berpotensi menjadi baseline dalam pengembangan skema karbon biru serta mitigasi perubahan iklim di wilayah pesisir.