Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh posisi tokoh Iyan sebagai anak tengah terhadap pembentukan kepribadian dan identitas dirinya dalam novel Iyan Bukan Anak Tengah karya Armaraher. Teori yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu teori Individual Psychology dari Alfred Adler, khususnya konsep urutan kelahiran. Urutan kelahiran menjelaskan bahwa posisi anak dalam keluarga memberikan pengalaman psikologis yang berbeda, tetapi bukan menjadi penentu mutlak kepribadian karena perkembangan individu dipengaruhi oleh cara dalam memahami dan merespons pengalaman tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data penelitian adalah novel Iyan Bukan Anak Tengah karya Armaraher. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dengan keabsahan data melalui perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, pemeriksaan teman sejawat, dan audit data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi Iyan sebagai anak tengah memengaruhi pembentukan kepribadian dan identitas dirinya melalui pengalaman perbandingan dengan saudara, kurangnya perhatian dan pengakuan, perasaan inferior, serta perjuangan memperoleh pengakuan. Pengaruh tersebut berkembang hingga Iyan mampu membangun identitas diri yang lebih mandiri.This study aims to describe the influence of the protagonist Iyan’s position as a middle child on the formation of his personality and self-identity in the novel Iyan Bukan Anak Tengah by Armaraher. The study employs Alfred Adler’s Individual Psychology theory, specifically the concept of birth order. Birth order theory posits that a child's position within the family yields distinct psychological experiences; however, it is not the absolute determinant of personality, as individual development is shaped by how one interprets and responds to those experiences. A qualitative approach with a descriptive method was used. The data source is the novel Iyan Bukan Anak Tengah by Armaraher. Data were collected using reading and note-taking techniques and subsequently analyzed via content analysis; data validity was ensured through prolonged engagement, persistent observation, peer debriefing, and data auditing. Research findings indicate that Iyan's position as a middle child influenced the formation of his personality and identity through interactions with his siblings, a lack of attention and recognition, feelings of inferiority, and the struggle to gain validation. This influence evolved as Iyan eventually succeeded in establishing a more independent sense of self.