Anisa Mutamima
Program Studi D3 Teknik Kimia, Universitas Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Ibu-ibu PKK melalui Pelatihan Pembuatan Pembersih Toilet Ramah Lingkungan Berbahan Air Rebusan Serai di Perumahan Graha Rawa Bangun Kecamatan Tuah Madani Kota Pekanbaru Cory Dian Al'farisi; Nurfatihayati Nurfatihayati; Anisa Mutamima; Suhendri Suhendri; Yelmida A; Panca Setia Utama; Ahmad Fadli; Sunarno Sunarno
BATOBO: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2: BATOBO: Desember 2026
Publisher : Jurusan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/batobo.4.2.12-22

Abstract

Ketergantungan masyarakat terhadap produk pembersih berbahan kimia sintetis mendorong perlunya alternatif solusi yang lebih aman dan berkelanjutan. Pengabdian kepada masyarakat ini hadir sebagai upaya nyata dalam memperkenalkan pemanfaatan bahan alami lokal, khususnya air rebusan serai, sebagai bahan dasar pembuatan pembersih toilet ramah lingkungan bagi ibu-ibu PKK di Perumahan Graha Rawa Bangun, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru. Rendahnya pengetahuan masyarakat terhadap potensi tanaman serai sebagai agen pembersih alami menjadi titik berangkat pelaksanaan kegiatan ini. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu edukasi berbasis materi, demonstrasi langsung oleh tim pengabdian, serta praktik mandiri oleh peserta. Pendekatan ini dirancang agar peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikan keterampilan secara langsung dan mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan respons yang sangat positif, pengetahuan peserta meningkat dari 8% sebelum pelatihan menjadi 98% setelah pelatihan. Kegiatan ini juga memaparkan kandungan dan manfaat serai, komponen bahan, teknik pengolahan bahan, serta cara penerapan produk dalam aktivitas rumah tangga sehari-hari. Keingintahuan peserta selama pelatihan menjadi bukti nyata bahwa masyarakat memiliki kesiapan dan kebutuhan terhadap inovasi berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan kapasitas perempuan dalam rumah tangga sekaligus mendorong gaya hidup yang lebih sehat dan berwawasan lingkungan melalui optimalisasi sumber daya alam yang tersedia di sekitar mereka.