Pajrianor Pajrianor
Universitas Islam Negeri Palangka Raya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Aktualisasi Ekoteologi Berbasis QS. Ar-Rum Ayat 41 melalui Edukasi dan Pemanfaatan Sampah dalam Penguatan Kesadaran Lingkungan Iqbal Nur Hilmi; Lila Suci Alfika; Noor Syifa; Munawarah Munawarah; Nuriska Aulia; Hepi Diani; Desy Rahmawati; Pajrianor Pajrianor; Sahrujianur Sahrujianur; Muhammad Zainal Arifin
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.5463

Abstract

Permasalahan sampah di lingkungan sekolah dan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga dengan kesadaran manusia dalam menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengaktualisasikan nilai ekoteologi melalui pemahaman QS. Ar-Rum ayat 41 serta penerapannya dalam pengelolaan sampah. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan siswa dan masyarakat melalui edukasi, praktik pemanfaatan barang bekas, serta pembuatan tempat pembuangan sampah (TPS). Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, tanya jawab, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi membantu siswa memahami keterkaitan antara perilaku manusia, kerusakan lingkungan, dan tanggung jawab menjaga ciptaan Allah. Praktik pemanfaatan barang bekas memberikan pengalaman kepada siswa dalam mengembangkan kreativitas, keterampilan, dan kerja sama, sedangkan penyediaan TPS memberikan dukungan sarana bagi masyarakat dalam membuang sampah secara lebih terarah. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan nilai ekoteologi melalui aktivitas pengelolaan sampah dapat menjadi sarana edukatif untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan. Untuk pengabdian selanjutnya, kegiatan disarankan tidak berhenti pada edukasi dan penyediaan fasilitas, tetapi dilanjutkan melalui pendampingan secara berkala, penguatan kebiasaan memilah dan mengelola sampah, serta evaluasi program dengan melibatkan sekolah, masyarakat, dan pihak terkait agar dampaknya dapat berlangsung secara berkelanjutan.