Pada tahun 2024, terdapat 1,7 miliar kasus diare pada anak di seluruh dunia yang mengakibatkan anak dibawah usia 5 tahun mengalami kematian (WHO, 2024). Berdasarkan data (Kemenkes) tahun 2024 total kematian bayi dan anak balita, usia 0-59 bulan, di Indonesia mencapai 33.131 kasus. (AKB) di Provinsi Banten turun menjadi 14 per 1000 kelahiran hidup. Kabupaten Pandeglang tahun 2024 (AKB) sebanyak 176 kasus. Sedangkan untuk wilayah Kecamatan Panimbang kematian balita tahun 2024 7 kasus. Kementerian Kesehatan (2024) mencatat diare adalah penyebab utama kematian pada balita (usia 12-59 bulan). Penyebab diare pada anak adalah karena infeksi virus atau bakteri, seperti rotavirus dan bakteri salmonella. Beberapa penelitian menunjukan terdapat pengaruh pemberian bubur tempe dan madu terhadap penurunan frekuensi dan kosnsitensi diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Penanganan Diare Pada Balita dengan Pemberian Bubur Tempe dan Madu di Puskesmas Panimbang tahun 2026. Metode Penelitian kualitatif dan pendekatan studi kasus. Hasil asuhan kebidanan kedua intervensi pemberian bubur tempe dan madu memiliki efektivitas yang signifikan dalam penanganan diare pada balita. Pada balita yang di intervensi bubur tempe menunjukan lebih berpengaruh dalam perubahan konsistensi diare, dengan hasil 3 orang balita yang kosnsitensi diare sudah lembek sedangkan balita yang diberikan madu hanya 1 balita. Kesimpulan dari asuhan yang diberikan yaitu terdapat pengaruh pemberian bubur tempe dan madu pada balita dengan diare di Puskesmas Panimbang tahun 2026, dengan adanya perbedaan penurunan frekuesni dan konsistensi diare pada balita. Diharapakan ibu dapat menggunakan resep pemberian bubur tempe dan madu, bagi peneliti selanjutnya dapat mengembangkan variasi menu. Abstract In 2024, there will be 1.7 billion cases of diarrhea in children worldwide, resulting in the death of children under 5 years of age (WHO, 2024). Based on data from the Ministry of Health, in 2024, the total number of infant and toddler deaths, aged 0-59 months, in Indonesia reached 33,131 cases. (IMR) in Banten Province decreased to 14 per 1,000 live births. In Pandeglang Regency in 2024 (IMR) there were 176 cases. Meanwhile, in Panimbang District, there were 7 cases of toddler deaths in 2024. The Ministry of Health (2024) noted that diarrhea is the main cause of death in toddlers (aged 12-59 months). The cause of diarrhe in children is due to viral or bacterial infections, such as rotavirus and salmonella bacteria. Several studies have shown that giving tempeh porridge and honey has an effect on reducing the frequency and consistency of diarrhea. The purpose of this study was to determine the effect of treating diarrhea in toddlers by giving tempeh porridge and honey at the Panimbang Community Health Center in 2026. Qualitative research methods and case study approaches. The results of midwifery care for both interventions of giving tempeh porridge and honey have significant effectiveness in treating diarrhea in toddlers. In toddlers who were intervened with tempeh porridge, it showed a greater effect in changing the consistency of diarrhea in toddlers with 3 toddlers whose diarrhea consistency was soft, while only 1 toddler was given honey. The conclusion of the care provided is that there is an effect of giving tempeh porridge and honey to toddlers with diarrhea at the Panimbang Community Health Center in 2026, with a difference in reducing the frequency and consistency of diarrhea in toddlers. It is hoped that mothers can use the recipe for giving tempeh porridge and honey, for further researchers to develop menu variations.