Riena Yulaika
Universitas PGRI Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Systematic Literature Review: Transformasi Pengembangan Kurikulum melalui Perspektif Filsafat Pendidikan di Sekolah Dasar Amira Rizqun Malakiano; Dhila Novia Arfiani; Riena Yulaika; Fajri Suci Ramdani; Shoumi Nurma Dini; Taufik Muhtarom
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2912

Abstract

Penelitian ini bertujuan mensintesis bagaimana aliran-aliran filsafat pendidikan membentuk arah transformasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Melalui pendekatan tinjauan pustaka sistematis (Systematic Literature Review/SLR), sebanyak 28 artikel jurnal ilmiah yang terbit pada rentang tahun 2016–2026 dihimpun dari Google Scholar melalui tahapan identifikasi, penyaringan, dan penilaian kelayakan yang terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan pengodean tematik. Hasil sintesis menunjukkan bahwa progresivisme dan humanisme paling dominan mewarnai wacana Kurikulum Merdeka melalui penekanan pada pembelajaran berpusat pada peserta didik, diferensiasi, dan proyek, sementara esensialisme dan perenialisme berperan sebagai penyeimbang filosofis yang menjaga penguasaan literasi, numerasi dasar, serta nilai moral. Rekonstruksionisme muncul terutama sebagai respons terhadap tuntutan kompetensi abad ke-21 melalui integrasi teknologi dan relevansi sosial. Kajian ini juga menemukan bahwa penerjemahan nilai-nilai filosofis tersebut ke dalam praktik kelas dimediasi oleh kesiapan guru, budaya sekolah, kepemimpinan kepala sekolah, dan infrastruktur digital. Temuan ini menawarkan peta konseptual yang menghubungkan filsafat pendidikan, orientasi kurikulum, dan praktik guru, sekaligus menegaskan perlunya penelitian lanjutan yang menguji model filosofis-pedagogis ini secara empiris di lingkungan sekolah dasar.