Jurnalisme warga di Instagram memperluas peredaran informasi lokal sekaligus membuka ruang bagi pengguna untuk menafsirkan dan menilai peristiwa secara terbuka. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bentuk opini publik yang muncul dalam praktik citizen journalism pada akun Instagram @MedanTalk melalui hubungan antara caption, komentar, dan konteks sosialnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Data berupa sepuluh unggahan publik akun @MedanTalk pada Agustus sampai Desember 2024 yang memuat peristiwa kriminalitas, kecelakaan, dan isu politik, beserta caption, unsur visual, dan komentar yang relevan. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan dan dokumentasi digital, kemudian dianalisis melalui dimensi teks, praktik wacana, dan praktik sosiokultural. Hasil menunjukkan bahwa caption yang singkat, bernada mendesak, dan menonjolkan pelaku atau institusi tertentu mengarahkan perhatian pengguna pada pembacaan masalah keamanan, layanan publik, dan tanggung jawab pemerintah. Pada kolom komentar, pengguna tidak sekadar menanggapi peristiwa, melainkan mengaitkannya dengan pengalaman sehari-hari dan peristiwa lain. Bentuk opini yang paling kuat ialah ketidakpercayaan publik terhadap respons aparat, pengelolaan transportasi, dan akuntabilitas pemerintah. Ketidakpercayaan tersebut hadir melalui pertanyaan retoris, generalisasi, sindiran, dan tuntutan tindakan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa @MedanTalk berfungsi sebagai ruang sirkulasi opini lokal yang mempertemukan informasi warga dengan penilaian kolektif. Temuan dibatasi pada korpus unggahan yang dipilih sehingga tidak dimaksudkan sebagai gambaran opini seluruh masyarakat Medan.