Grace Desiska Sitorus
Universitas Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Ketidakharmonisan Keluarga dalam Novel 24/7 Menjaga Cinta Sejati Karya Sabrina Febrianti: Kajian Sosiologi Sastra Grace Desiska Sitorus; Nurhayati Harahap; Emma Marsella
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i4.3025

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk ketidakharmonisan keluarga, dampaknya pada tokoh remaja, dan resepsi pembaca terhadap novel 24/7 Menjaga Cinta Sejati karya Sabrina Febrianti. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologi sastra dan resepsi pembaca. Data bersumber dari novel serta wawancara semi-terstruktur dengan lima mahasiswa Sastra Indonesia angkatan 2023 Universitas Sumatera Utara yang telah membaca novel. Data tekstual dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, sedangkan tanggapan pembaca diperoleh melalui wawancara. Analisis dilakukan melalui reduksi, pengelompokan tematik, penyajian, penafsiran, dan penarikan simpulan. Kerangka analisis memadukan konsep disorganisasi keluarga William J. Goode dengan sosiologi sastra dan resepsi pembaca Umar Junus. Temuan menunjukkan tiga bentuk ketidakharmonisan, yakni kegagalan peran ayah, ketegangan peran akibat konflik yang berulang, dan keluarga cangkang kosong. Bentuk terakhir paling menonjol karena keluarga Kajen tetap hadir secara fisik, tetapi kehilangan afeksi, komunikasi, dan rasa aman. Dalam resepsi pembaca, kondisi tersebut dikaitkan dengan trauma, kecenderungan memendam emosi, kesulitan mempercayai orang lain, gangguan fisik-psikis, serta kemungkinan pemulihan melalui dukungan sosial. Data hasil wawancara memperlihatkan bahwa pembaca menautkan konflik yang berulang, kehilangan figur ibu, dan jarak ayah-anak dengan perubahan emosi tokoh. Keterpaduan dua sumber data memungkinkan penelitian membedakan gambaran yang tersedia dalam teks dari pemaknaan yang dibangun pembaca selama proses membaca novel dengan konteks sosial pembaca yang beragam pula. Secara teoretis, penelitian ini memperlihatkan bahwa kategori disorganisasi keluarga dapat dibaca bersama pengalaman pembaca untuk menjelaskan makna sosial novel. Secara praktis, hasilnya dapat dipakai sebagai bahan diskusi pembelajaran sastra dan refleksi tentang komunikasi, tanggung jawab, serta dukungan emosional dalam keluarga.