Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asal-usul dan makna toponimi daerah Kecamatan Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang serta mengklasifikasikan makna nama berdasarkan teori makna nama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa nama-nama daerah di Kecamatan Muara Pinang beserta informasi mengenai latar belakang penamaannya. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian merupakan tokoh masyarakat yang mengetahui sejarah, lingkungan, kehidupan sosial, dan budaya masyarakat setempat. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 22 data toponimi, yaitu Muara Timbuk, Niur, Padang Burnai, Pajar Menang, Sapa Panjang, Sawah, Seleman Ulu, Seleman Ilir, Sukadana, Talang Baru, Talang Benteng, Tanjung Kurung, Tanjung Tawang, Batu Junggul, Batu Galang, Belimbing, Muara Pinang, Lubuk Tanjung, Muara Pinang Lama, Gedung Agung, Muara Semah, dan Lubuk Ulak. Nama-nama tersebut terbentuk berdasarkan kondisi lingkungan, bentuk geografis, flora dan fauna, aktivitas masyarakat, sejarah, serta pengalaman budaya masyarakat. Berdasarkan teori Sibarani, makna toponimi dikelompokkan menjadi makna situasional, makna kenangan, dan makna futuratif. Makna situasional ditemukan pada nama yang berkaitan dengan kondisi lingkungan dan keadaan wilayah; makna kenangan ditemukan pada nama yang berkaitan dengan sejarah, pengalaman, dan cerita masyarakat; sedangkan makna futuratif ditemukan pada nama yang mengandung harapan atau simbol keberhasilan