Anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dapat mengalami hambatan dalam kemampuan motorik halus. Terapi Sensory play menggunakan media Playdough dapat menjadi salah satu stimulasi untuk melatih koordinasi tangan, kekuatan jari, dan keterampilan motorik halus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mengoptimalkan kemampuan motorik halus pada anak ADHD melalui pendampingan terapi media Sensory play (Playdough). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini dilaksanakan menggunakan metode pelatihan dan pendampingan terstruktur selama 10 hari. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah 37 anak dengan diagnosis ADHD di SKH Pelangi Anakku Curug, Tangerang. Evaluasi terhadap peningkatan kemampuan motorik halus anak diukur menggunakan lembar observasi capaian klinis sebanyak 16 item indikator. Analisis keberhasilan program dinilai secara deskriptif dan komparatif melalui penilaian sebelum (pre-activity) dan sesudah (post-activity) pendampingan.Kegiatan pengabdian berjalan dengan efektif dan mendapatkan respons positif dari pihak sekolah dan orang tua. Hasil evaluasi menunjukkan adanya pergeseran kemampuan motorik halus anak secara signifikan. Sebanyak 16 anak ADHD (84,2%) berhasil mencapai kategori kemampuan baik dan berkembang sesuai harapan setelah mendapatkan pendampingan terapi sensory play (playdough). Hasil pengamatan berkala membuktikan bahwa aktivitas meremas dan membentuk playdough mampu melatih kekuatan sendi intrinsik jari secara optimal. Kesimpulannya, program PkM ini efektif meningkatkan kemandirian fisik motorik anak ADHD dan layak diaplikasikan sebagai program rutin di sekolah khusus.