Maternal Health Literacy (MHL) merupakan determinan penting dalam peningkatan kualitas perawatan kehamilan, namun kapasitas literasi kesehatan kader posyandu di wilayah kepulauan masih terbatas. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kualitas edukasi kesehatan yang diterima ibu hamil. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pelatihan berbasis MHL terhadap peningkatan pengetahuan kader posyandu dan tenaga kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Pulau Sabutung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Penelitian menggunakan desain kuantitatif pre-post intervention tanpa kelompok kontrol. Sampel sebanyak 25 responden dipilih dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang mengukur pengetahuan literasi kesehatan ibu hamil, meliputi aspek gizi, antenatal care, aktivitas fisik, kesehatan psikologis, dan spiritual. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan 64% responden mengalami peningkatan skor pengetahuan setelah pelatihan, dengan kenaikan rerata dari 5,52 menjadi 7,12 dan perbedaan yang bermakna secara statistik (p < 0,0001). Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis MHL efektif meningkatkan kapasitas kognitif kader dalam memahami dan menyampaikan informasi kesehatan maternal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelatihan MHL merupakan strategi promotif yang efektif untuk memperkuat peran kader dalam mendukung literasi kesehatan ibu hamil di wilayah dengan keterbatasan akses layanan. Integrasi pelatihan MHL secara berkelanjutan direkomendasikan dalam program kesehatan primer guna meningkatkan kualitas edukasi maternal di komunitas.