Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Tokoh Agama Dalam Mengatasi Tren Fomo Pada Remaja Muslim di Desa Sidomoro Kabupaten Musi Banyuasin Febriana Lola; Candra Darmawan; Hartika Utami Fitri
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 2 (2026): Vol.3 No.2 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i2.242

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran tokoh agama dalam mengatasi tren Fear of Missing Out (FOMO) pada remaja Muslim di Desa Sidomoro, Kabupaten Musi Banyuasin, serta mengidentifikasi faktor yang menyebabkan munculnya perilaku tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipatif, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas tokoh agama, remaja Muslim, orang tua, dan pengurus kegiatan keagamaan di Desa Sidomoro. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh agama menjalankan peran melalui pendekatan spiritual dan keteladanan, edukasi literasi digital berbasis nilai Islam, pembinaan berkelanjutan, serta penguatan kebersamaan melalui kegiatan alternatif. Pendekatan spiritual diarahkan pada penguatan nilai syukur, qana'ah, pengendalian diri, dan skala prioritas. Edukasi literasi digital dilakukan melalui diskusi mengenai pemilahan informasi dan dampak penggunaan media sosial berlebihan. Pembinaan dilaksanakan secara terjadwal dan disertai evaluasi serta pendampingan personal, sedangkan kegiatan alternatif berupa olahraga, kajian remaja, dan bakti sosial digunakan untuk memperkuat interaksi sosial secara langsung. Faktor penyebab FOMO meliputi kebutuhan akan pengakuan sosial dan kecenderungan membandingkan diri, kurangnya pengawasan keluarga, pengaruh kelompok sebaya, serta minimnya literasi digital-keagamaan. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi tokoh agama, keluarga, dan lingkungan sosial dalam membangun ketahanan remaja menghadapi tekanan tren digital.