Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Terapi Bermain Lego Dalam Menurunkan Tingkat Kecemasan Pada Anak Usia Prasekolah Saat Hospitalisasi di Ruang Anggrek RSUD Gemolong Dinar Puspita Pratama Nuri; Dyah Rahmawatie Ratna Budi Utami; Fitria Purnamawati
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 2 (2026): Vol.3 No.2 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i2.243

Abstract

Hospitalisasi Hospitalisasi pada anak usia prasekolah merupakan pengalaman yang dapat menimbulkan kecemasan akibat lingkungan rumah sakit yang baru, tindakan medis yang dilakukan, keterbatasan aktivitas, serta perpisahan sementara dengan keluarga. Kecemasan yang tidak ditangani dengan baik dapat memengaruhi kenyamanan anak, proses adaptasi selama perawatan, serta proses penyembuhan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi kecemasan pada anak selama hospitalisasi adalah terapi bermain lego. Aktivitas bermain lego dapat menjadi media distraksi yang membantu anak mengekspresikan perasaan, meningkatkan rasa nyaman, serta mengalihkan perhatian dari stresor selama perawatan. Tujuan penerapan ini adalah untuk menggambarkan penerapan terapi bermain lego dalam menurunkan tingkat kecemasan pada anak usia prasekolah selama hospitalisasi di Ruang Anggrek RSUD dr. Soeratno Gemolong. Metode yang digunakan dalam karya tulis ilmiah ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penerapan ini berjumlah 2 anak usia prasekolah yang mengalami hospitalisasi. Pengukuran tingkat kecemasan dilakukan menggunakan kuesioner Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) sebelum dan sesudah diberikan terapi bermain lego selama 10–15 menit. Data hasil penerapan disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Hasil penerapan menunjukkan bahwa sebelum diberikan terapi bermain lego, kedua responden mengalami kecemasan tingkat sedang. Setelah dilakukan terapi bermain lego, tingkat kecemasan kedua responden mengalami penurunan menjadi tingkat kecemasan ringan. Hasil tersebut menunjukkan adanya perubahan tingkat kecemasan setelah pemberian terapi bermain lego. Penerapan terapi bermain lego dapat dipertimbangkan sebagai salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis untuk membantu mengurangi kecemasan pada anak usia prasekolah selama menjalani hospitalisasi.