Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan usaha ternak babi dan menganalisis pengaruh karakteristik sosial ekonomi peternak terhadap pendapatan tunai usaha ternak babi di Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai. Penelitian menggunakan metode survei yang dilaksanakan pada Maret–April 2025. Lokasi contoh ditentukan secara purposive dengan memilih Desa Nenu, Pinggang, Barang, Riung, dan Kelurahan Pagal, sedangkan responden ditentukan secara acak nonproporsional sebanyak 100 peternak. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara menggunakan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari BPS dan sumber terkait. Analisis data meliputi analisis biaya, penerimaan, pendapatan, korelasi, dan regresi linear berganda dengan transformasi logaritma menggunakan pendekatan fungsi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penerimaan peternak sebesar Rp3.300.000 per periode pemeliharaan, sedangkan pendapatan tunai rata-rata sebesar Rp2.682.214 per peternak. Komponen biaya operasional meliputi penyusutan kandang Rp64.400, penyusutan peralatan Rp42.690, pakan Rp191.848, dan kesehatan Rp63.500. Hasil korelasi menunjukkan bahwa biaya pakan, biaya kesehatan, biaya penyusutan, dan jumlah ternak yang terjual mempunyai hubungan signifikan dengan pendapatan, sedangkan variabel sosial yang dianalisis tidak menunjukkan hubungan signifikan. Hasil regresi menunjukkan keempat variabel tersebut berpengaruh negatif terhadap pendapatan. Biaya pakan merupakan faktor yang paling dominan dengan koefisien -0,518 dan nilai signifikansi 0,000. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan efisiensi biaya produksi, terutama pakan, kesehatan, dan pengelolaan waktu penjualan, penting untuk meningkatkan pendapatan usaha ternak babi di Kecamatan Cibal.