Kota Banjarmasin dengan kepadatan penduduk lebih dari 6.000 jiwa/km² menghadapi permasalahan tingginya timbulan sampah rumah tangga, di mana sampah organik mendominasi hingga 50-60% dari total sampah. Warga Muhammadiyah Cabang Banjarmasin 9 sebagai komunitas perkotaan dengan aktivitas domestik dan usaha kuliner intensif belum memiliki sistem pengelolaan sampah terpadu, sehingga sampah tercampur dan langsung dibuang ke TPS tanpa pemanfaatan optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan literasi dan keterampilan warga dalam pengelolaan sampah berbasis komposting dan eco enzyme; (2) mendorong terbentuknya sistem pemilahan dan pengumpulan sampah kering bernilai ekonomi; (3) mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPS minimal 30%. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis pembuatan komposter ember bertingkat (Takakura-style), produksi eco enzyme dengan rasio 1:3:10, implementasi sistem pemilahan 3 kategori (organik, plastik/logam, kertas/kardus). Kegiatan dilaksanakan pada 13 Juni 2026 di Aula SMA Muhammadiyah 2 Banjarmasin yang diikuti oleh 41 peserta dari Aisyiyah Cabang 9 dan 12 cabang lainnya. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan dari rata-rata 10-40% (pre-test) menjadi di atas 90% (post-test), dengan peningkatan tertinggi pada aspek pembuatan kompos (dari 10% menjadi 98%) dan pemahaman nilai ekonomi sampah anorganik (dari 15% menjadi 95%). Sebanyak 80% peserta menilai materi dan penyampaian tim pengabdian sangat baik. Program ini telah berhasil mentransfer teknologi tepat guna yang sederhana dan mudah direplikasi, serta mendorong kesadaran kolektif warga dalam pengelolaan sampah rumah tangga menuju lingkungan yang berkelanjutan.