Filbert Awali Malamafida Hakim
Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformational Leadership and the Performance Paradox: Why Job Satisfaction Did Not Mediate Employee Performance Filbert Awali Malamafida Hakim; Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol. 15 No. 4 (2026): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/a07hvb07

Abstract

Employee performance is central to organizational effectiveness, but evidence is inconsistent on whether transformational leadership works through job satisfaction. This study tested direct effects and the mediating role of job satisfaction among 300 employees of PT Asuransi Harta Aman Pratama, Surabaya Branch. A quantitative non-experimental design used 1–5 Likert questionnaires analyzed in Jamovi with multiple regression and mediation path analysis. Transformational leadership significantly predicted performance in a negative direction (B = -0.0552, p = .025), while job satisfaction did not predict performance (B = -0.0174, p = .724). Transformational leadership did not predict job satisfaction (B = -0.0217, p = .450), and the direct X→Y path remained significant (B = -0.0552, p = .024). The model explained 1.7% of performance variance. The findings do not support job satisfaction as the proposed mediation mechanism and indicate that leadership effects depend on organizational conditions and employee readiness. Kinerja karyawan penting bagi efektivitas organisasi, tetapi hasil penelitian belum konsisten mengenai apakah kepemimpinan transformasional bekerja melalui kepuasan kerja. Penelitian ini menguji pengaruh langsung dan peran mediasi kepuasan kerja pada 300 karyawan PT Asuransi Harta Aman Pratama Cabang Surabaya. Desain kuantitatif non-eksperimental menggunakan kuesioner Likert 1–5 yang dianalisis dengan regresi berganda dan analisis jalur mediasi pada Jamovi. Kepemimpinan transformasional memprediksi kinerja secara signifikan dengan arah negatif (B = -0,0552; p = 0,025), sedangkan kepuasan kerja tidak memprediksi kinerja (B = -0,0174; p = 0,724). Kepemimpinan transformasional juga tidak memprediksi kepuasan kerja (B = -0,0217; p = 0,450), sementara jalur langsung X→Y tetap signifikan (B = -0,0552; p = 0,024). Model menjelaskan 1,7% variasi kinerja. Temuan tidak mendukung kepuasan kerja sebagai mekanisme mediasi yang diajukan dan menunjukkan pentingnya kondisi organisasi serta kesiapan karyawan.