Adolescents from families with divorced parents are vulnerable to loneliness, which can lead to a decline in psychological well-being. This study aims to analyze the effect of loneliness on psychological well-being and to examine the role of self-compassion as a moderator among adolescents from broken homes. This study employs a quantitative approach with a non-experimental design. The study sample consisted of 213 adolescents aged 12–19 years from broken homes, selected using purposive sampling. The research instruments included the De Jong Gierveld Loneliness Scale (DJGLS), the Psychological Well-being Scale, and the Self-Compassion Scale (SCS). Data analysis was conducted using Moderated Regression Analysis (MRA) with the assistance of the Hayes Model 1 Process Macro in SPSS version 25. The results showed that loneliness has a significant negative effect on psychological well-being. Self-compassion was found to moderate the effect of loneliness on psychological well-being. Self-compassion mitigates the impact of loneliness on the psychological well-being of adolescents from broken homes. Thus, self-compassion acts as a moderator that helps adolescents from broken homes maintain their psychological well-being despite experiencing feelings of loneliness. Remaja dari keluarga orang tua bercerai rentan mengalami kesepian yang dapat berdampak pada menurunnya kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kesepian terhadap kesejahteraan psikologis serta menguji peran self-compassion sebagai variabel moderator pada remaja dari keluarga broken home. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain non-eksperimental. Subjek penelitian terdiri atas 213 remaja berusia 12-19 tahun yang berasal dari keluarga broken home dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi De Jong Gierveld Kesepian Scale (DJGLS), Psychological well-being Scale, dan Self-Compassion Scale (SCS). Analisis data dilakukan menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan Process Macro Hayes Model 1 pada SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesepian berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kesejahteraan psikologis. Self-compassion terbukti memoderasi pengaruh kesepian terhadap kesejahteraan psikologis. Self-compassion mampu memperlemah pengaruh kesepian terhadap kesejahteraan psikologis remaja dari keluarga broken home. Dengan demikian, self-compassion berperan sebagai moderator yang membantu remaja dari keluarga broken home mempertahankan kesejahteraan psikologis meskipun mengalami perasaan kesepian.