Articles
Perbedaan Tingkat Organizational Citizenship Behavior (OCB) Ditinjau dari Tahap Perkembangan Karir Karyawan PT Tirta Investama (AQUA) Pandaan
Putra, Muhammad Khasbulloh Megananda;
Djudiyah, Djudiyah
Cognicia Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (241.092 KB)
|
DOI: 10.22219/cognicia.v7i1.8762
Each stage of career development raises special characteristics that are not had by other stages of career development. These characteristics are seen to be related to the dimensions of OCB which will then affect the employee's OCB as a whole. Establishment stage, someone who is at the age of 25-44 years where the person tries to adapt at work. Maintenance stage, someone who is at the age of 45-64 years who feels comfort in his job position, will take care and maintain the position as best as possible. This study aims to determine whether there are differences in OCB levels reviewed based on the stages of career development. This study uses comparative quantitative research. Data collection techniques using purposive sampling with a total sample of 60 employees divided into two sample groups, namely 30 employees aged 25-44 years and 30 employees aged 45-64 years. Data retrieval uses the OCB scale. Obtained the results of the analysis of independent sample t test with a t count value of 6.198 and a probability of 0.000, these results indicate that OCB are have significant differences in terms of the stage of career development.
AVOIDANCE COPING, CONTINGENT SELF-ESTEEM DAN BELANJA KOMPULSIF
Djudiyah, Djudiyah
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (512.263 KB)
|
DOI: 10.22219/jipt.v7i1.7836
Abstrak. Membanjirnya iklan produk fashion di berbagai media dan mudahnya mendapatkan produk pakaian, membuat keputusan berbelanja anak-anak muda lebih didasarkan pada aspek emosi. Keputusan berbelanja seringkali dimaksudkan untuk mendapatkan gengsi atau penghargaan dari orang lain dapat mendorong mereka melakukan belanja kompulsif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran avoidance coping dalam memediasi hubungan antara contingent self-esteem dengan belanja kompulsif pakaian. Subjek penelitian ini berjumlah 276 mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang Angkatan 2018 yang diambil dengan teknik stratified sampling. Instrumen penelitian yang digunakan dalam proses pengumpulan data adalah: skala Contingent Self-esteem (CSE), skala Coping Respon Inventoty (CRI) dan skala belanja kompulsif pakaian. Analisis data dilakukan dengan metode Mediation Analysis dari Hyes menunjukkan bahwa avoidance coping mampu memediasi hubungan antara contingent self-esteem dengan belanja kompulsif yang ditunjukkan dengan B=0.322; dengan p=0.006 (<0.01).Kata Kunci: avoidance coping, contingent self-esteem, belanja kompulsif Abstract. The flood of advertisements on fashion products in various media and the ease of getting clothing products, makes the decision to shop for young people more based on emotional aspects. Shopping decisions are often meant to get prestige or appreciation from others, which can encourage them to do compulsive shopping. This study aims to determine the role of avoidance coping in mediating the relationship between contingent self-esteem and compulsive shopping for clothing. The subject of this study amounted to 276 female students at the University of Muhammadiyah Malang Force 2018 taken by stratified sampling technique. The measures used were: Contingent Self-esteem (CSE) scale, Inventory Response Coping scale (CRI) and clothing compulsive shopping scale. Data analysis was performed by the Mediation Analysis method from Hyes showed that avoidance coping was able to mediate the relationship between contingent self-esteem and compulsive spending as indicated by B=0.322; with p=0.006 (<0.01). Keywords: avoidance coping, contingent self-esteem, compulsive shopping
Analisa Perilaku Konsumen dan Nilai Komik Jepang
Djudiyah, D
Jurnal Teknik Industri Vol 12, No 1 (2011): Februari
Publisher : Department Industrial Engineering, University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (195.639 KB)
|
DOI: 10.22219/JTIUMM.Vol12.No1.71-75
This research was aimed to analysis and described motivations and kinds of consumer values Japanese comics. The methods used in this research is quantitative research. The subject in this research is 35 students State Yunior High School in Malang, which is using incidental sampling techniques. The instrument to collect the data is questionare. The data analysis methods is quantitaive descriptive. The first result of the research are the motivating factor is social needs, egoistic needs, self actualization and safety needs. The second, the values Japanese comics is the picture and the language used in the Japanese comics are more understandable, the topic is varieties and almost the same with Indonesian culture ever it is more realistic storys and the cost is cheaper than American comics.
LINGKUNGAN DAN KEPUASAN KONSUMEN HOTEL
Djudiyah, Djudiyah
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (339.776 KB)
|
DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1354
Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan lingkungan fisik dan lingkungan sosial yang dapat mempengaruhi kepuasan konsumen. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 25 tamu hotel bintang tiga di kota Malang yang diambil dengan teknik sampel insidental. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan interviu, sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah analisis prosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa25 % reponden menyatakan desain eksterior hotel merupakan faktor utama yang mempengaruhi kepuasan mereka dalam memilih hotel, 37% responden merasa nyaman bila kendaraannya terlindung dari sinar matahari dan hujan, 47 % responden menyatakan bahwa kamar, furniture, desain interior hotel, kondisi lingkungan yang tidak bising serta perlindungan terhadap privasi juga merupakan faktor yang dapat membuat mereka puas, 41% responden mengatakan bahwa kepuasan mereka dipengaruhi oleh karyawan hotel yang berpenampilan menarik dan responsif, 16.67% responden menyatakan bahwa empati karyawan hotel juga merupakan faktor yang membuat mereka puas.Kata kunci: Lingkungan Fisik dan Sosial, Kepuasan KonsumenThis research aimed to analyze and describe of hotel environment, both physical and social environment which influence to the customer satisfaction. The method used in this research was descriptive quantitative research. Subjects in this research were 25 three-star hotel customers in Malang. Sampling procedure used in this research was incidental sampling. The instruments used in collecting the data were open questionare and interview. Method to analyze data is procentage. It was found that twenty five of respondents stated that exterior design of the hotel was the main factor that influenced customer satisfaction in choosing a hotel. Thirty seven percent of respondents stated that they felt comfort if their vehicles were protected from sunlight and rain. Forty seven percent of respondents stated that room condition, the furniture, interior design, lack of noise and privacy protection were factors that related to their satissfaction. Forty one percent respondent said that attractive and responsive employees and 16.67% respondents said empathic employees make them feel satissfied.Key words: Physical and Social Environment, Customer Satisfaction
Training Manajemen Diri Pada Siswa Akselerasi MAN 1 Malang
Djudiyah, Djudiyah;
Haq, Ihsanul;
Rahmah, Makkiyatur
Altruis: Journal of Community Services Vol 1, No 1 (2020): Altruis
Publisher : University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/altruis.v1i1.11548
Masa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak ke dewasa. Di masa remaja banyak sekali terjadi perubahan pada diri anak. Mulai dari fisik, emosi, dan kognitif. Perubahan-perubahan itu mempengaruhi hakekat relasi orang tua dan remaja itu sendiri. Oleh karena itu, di masa remaja seringkali menjadi masa-masa yang kritis. Karena pada tahapan inilah seseorang mencari identitas dirinya. Fakta-fakta tersebut juga terdapat pada siswa akselerasi di MAN I Malang, beberapa anak mengalami kesulitan dalam mengelola dirinya sehingga membuat belajarnya tidak maksimal pada hal tuntutan akademik sangat tinggi dengan adanya batasan masa studi selama dua tahun. Selain itu, banyak keluhan yang disampaikan oleh para guru khususnya guru Bimbingan Konseling bahwa terdapat beberapa masalah yang perlu mendapat perhatian khusus, yaitu terkait dengan pengembangan soft skill sehingga perlu kiranya dilakukan pendampingan khusus dalam rangka memberikan fasilitas untuk pengembangan diri siswa akselerasi. Hasil dari pengabdian ini menggambarkan bahwa siswa akselerasi sangat tertarik dengan kegiatan ini dan melalui kegiatan ini siswa akselerasi dapat mengetahui potensi psikologisnya sehingga membantu siswa akselerasi dapat lebih mudah untuk mengoptimalkan potensi-potensinya.
LINGKUNGAN DAN KEPUASAN KONSUMEN HOTEL
Djudiyah Djudiyah
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 1 No. 1 (2013): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (339.776 KB)
|
DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1354
Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan lingkungan fisik dan lingkungan sosial yang dapat mempengaruhi kepuasan konsumen. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 25 tamu hotel bintang tiga di kota Malang yang diambil dengan teknik sampel insidental. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan interviu, sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah analisis prosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa25 % reponden menyatakan desain eksterior hotel merupakan faktor utama yang mempengaruhi kepuasan mereka dalam memilih hotel, 37% responden merasa nyaman bila kendaraannya terlindung dari sinar matahari dan hujan, 47 % responden menyatakan bahwa kamar, furniture, desain interior hotel, kondisi lingkungan yang tidak bising serta perlindungan terhadap privasi juga merupakan faktor yang dapat membuat mereka puas, 41% responden mengatakan bahwa kepuasan mereka dipengaruhi oleh karyawan hotel yang berpenampilan menarik dan responsif, 16.67% responden menyatakan bahwa empati karyawan hotel juga merupakan faktor yang membuat mereka puas.Kata kunci: Lingkungan Fisik dan Sosial, Kepuasan KonsumenThis research aimed to analyze and describe of hotel environment, both physical and social environment which influence to the customer satisfaction. The method used in this research was descriptive quantitative research. Subjects in this research were 25 three-star hotel customers in Malang. Sampling procedure used in this research was incidental sampling. The instruments used in collecting the data were open questionare and interview. Method to analyze data is procentage. It was found that twenty five of respondents stated that exterior design of the hotel was the main factor that influenced customer satisfaction in choosing a hotel. Thirty seven percent of respondents stated that they felt comfort if their vehicles were protected from sunlight and rain. Forty seven percent of respondents stated that room condition, the furniture, interior design, lack of noise and privacy protection were factors that related to their satissfaction. Forty one percent respondent said that attractive and responsive employees and 16.67% respondents said empathic employees make them feel satissfied.Key words: Physical and Social Environment, Customer Satisfaction
Avoidance coping, contingent self-esteem dan belanja kompulsif
Djudiyah Djudiyah
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 7 No. 1 (2019): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (512.263 KB)
|
DOI: 10.22219/jipt.v7i1.7836
Abstrak. Membanjirnya iklan produk fashion di berbagai media dan mudahnya mendapatkan produk pakaian, membuat keputusan berbelanja anak-anak muda lebih didasarkan pada aspek emosi. Keputusan berbelanja seringkali dimaksudkan untuk mendapatkan gengsi atau penghargaan dari orang lain dapat mendorong mereka melakukan belanja kompulsif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran avoidance coping dalam memediasi hubungan antara contingent self-esteem dengan belanja kompulsif pakaian. Subjek penelitian ini berjumlah 276 mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang Angkatan 2018 yang diambil dengan teknik stratified sampling. Instrumen penelitian yang digunakan dalam proses pengumpulan data adalah: skala Contingent Self-esteem (CSE), skala Coping Respon Inventoty (CRI) dan skala belanja kompulsif pakaian. Analisis data dilakukan dengan metode Mediation Analysis dari Hyes menunjukkan bahwa avoidance coping mampu memediasi hubungan antara contingent self-esteem dengan belanja kompulsif yang ditunjukkan dengan B=0.322; dengan p=0.006 (<0.01).Kata Kunci: avoidance coping, contingent self-esteem, belanja kompulsif Abstract. The flood of advertisements on fashion products in various media and the ease of getting clothing products, makes the decision to shop for young people more based on emotional aspects. Shopping decisions are often meant to get prestige or appreciation from others, which can encourage them to do compulsive shopping. This study aims to determine the role of avoidance coping in mediating the relationship between contingent self-esteem and compulsive shopping for clothing. The subject of this study amounted to 276 female students at the University of Muhammadiyah Malang Force 2018 taken by stratified sampling technique. The measures used were: Contingent Self-esteem (CSE) scale, Inventory Response Coping scale (CRI) and clothing compulsive shopping scale. Data analysis was performed by the Mediation Analysis method from Hyes showed that avoidance coping was able to mediate the relationship between contingent self-esteem and compulsive spending as indicated by B=0.322; with p=0.006 (<0.01). Keywords: avoidance coping, contingent self-esteem, compulsive shopping
Approach coping dan belanja kompulsif pakaian dengan program studi sebagai variabel moderator
Djudiyah Djudiyah
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 8 No. 2 (2020): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (153.348 KB)
|
DOI: 10.22219/jipt.v8i2.13556
Objektif:Pandemi Covid 19 yang mewabah di seluruh dunia saat ini berdampak pada cara individu dalam melakukan berbagai macam aktivitas, salah satunya dalam melakukan pembelanjaan. Banyaknya aktivitas individu yang dilakukan di rumah dan penggunaan IT dengan intensitas tinggi mendorong pesatnya perkembangan e-marketing dan maraknya pembelanjaan online. Pesatnya perkembangan fashion di Indonesia membuat mahasiswi mudah terpengaruh iklan atau teman, sehingga mendorong mereka melakukan pembelanjaan pakaian secara kompulsif. Mahasiswi dengan approach coping tinggi cenderung rasional dalam berbelanja sehingga mereka memiliki kecenderungan rendah untuk melakukan belanja kompulsif pakaian. Apalagi bila mereka sedang menempuh studi pada fakultas eksakta, yang cenderung banyak menggunakan analisa sintesa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan approach coping dengan belanja kompulsif pakaian pada mahasiswa dengan fakultas eksakta dan non eksakta sebagai variabel moderator.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Subjek penelitian ini berjumlah 264 mahasiswi aktif Universitas Muhammadiyah Malang. Metode pengumpul data yang digunakan adalah skala Coping Respon Inventoty (CRI) dan skala belanja kompulsif pakaian. Analisis data dilakukan dengan metode analisis moderasi (Moderation Analysis) dari Hyes dengan bantuan program SPSS versi 21. Temuan: Hasil analisis menunjukkan ada hubungan negatif antara approach coping dengan belanja kompulsif pakaian pada mahasiswi. Program studi mampu memoderasi hubungan antara approach coping dengan belanja kompulsif pakaian pada mahasiswi.Kesimpulan:Hipotesis penelitian diterima
Nurses’ experience with burnout and therole of perceived social support
Rizal Febri Yanto;
Djudiyah Djudiyah;
Nandy Agustin Syakarofath
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 10 No. 1 (2022): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (155.798 KB)
|
DOI: 10.22219/jipt.v10i1.18483
Nurses are among the health professionals at the forefront of dealing with patients identified as covid-19, particularly vulnerable to psychological fatigue. Various studies have found that perceived social support can assist nurses in dealing with difficult situations. The study's goal was to see how perceived social support affected nurses' burnout. A total of one hundred nurses took part in this study, which was conducted using random sampling techniques. The Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSSPS) and the Burnout Assessment Tool (BAT) are tools used to assess perceived social support and burnout, respectively. The results of the simple linear regression analysis revealed that perceived social support had an effect on nurse burnout in Balikpapan (adjustedR2 = 0.245; F(31,793) = 99, p = 0.001). The more social support nurses have, the less burnout they experience.
HUBUNGAN KEBERFUNGSIAN KELUARGA DENGAN KONTROL DIRI REMAJA PADA SISWA SMA DI BAWEAN
Minasochah Minasochah;
Diyah Karmiyati;
Djudiyah Djudiyah
KELUARGA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 6 No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (342.233 KB)
|
DOI: 10.30738/keluarga.v6i1.6895
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan keberfungsian keluarga dengan kontrol diri remaja yang dimoderasi oleh jenis kelamin. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja tengah berjumlah 516 siswa yang bersekolah SMA/Sederajat di Pulau Bawean. Keberfungsian keluarga di ukur menggunakan Family Assessment Device (FAD) sedang kontrol diri diukur menggunakan Self-Control Scale (SCS). Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah Moderate Regressionn Analysis (MRA). Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa keberfungsian keluarga dengan kontrol diri memiliki pengaruh yang signifikan dengan Beta = 0.446 dengan p = 0.000 (p<0.01). Namun, jenis kelamin terbukti tidak dapat memoderasi keberfungsian keluarga dengan kontrol diri. Selain itu, dari analisis terpisah penelitian ini juga menjelaskan bahwa kontrol diri remaja laki-laki dan perempuan sama.