Usaha budidaya jamur tiram putih skala rumah tangga (UMKM) milik Bapak Mahmud Rois di Desa Mendayun yang telah beroperasi selama kurang lebih tujuh tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis besarnya pendapatan usaha serta mengevaluasi tingkat kelayakan finansial budidaya jamur tiram putih skala UMKM melalui pendekatan techno-economic. Metode penelitian yang digunakan studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Data dianalisis secara techno-economic yang mengintegrasikan aspek teknis produksi (kapasitas baglog, sarana kumbung, produktivitas) dengan aspek ekonomi finansial menggunakan indikator Total Cost (TC), Total Revenue (TR), Pendapatan, Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), Benefit Cost Ratio (B/C Ratio), Break Even Point (BEP) Produksi, dan Margin Pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas produksi mencapai 3.000 baglog pada kumbung berukuran 6 × 10 meter dengan rak empat tingkat. Selama periode Januari hingga Maret (satu siklus produksi / 3 bulan), total biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp10.776.666, sedangkan total penerimaan yang diperoleh dari hasil penjualan 590 kg jamur tiram dengan harga Rp20.000/kg mencapai Rp11.800.000, sehingga menghasilkan pendapatan bersih sebesar Rp1.023.334 per proses. Hasil analisis kelayakan finansial menunjukkan nilai R/C Ratio sebesar 1,09 (R/C > 1), B/C Ratio sebesar 0,10 (B/C > 0), margin pendapatan sebesar 8,67%, dan BEP produksi sebesar 538,83 kg. Karena volume produksi aktual (590 kg) telah melampaui titik impas BEP, maka usaha budidaya jamur tiram ini disimpulkan menguntungkan dan layak secara finansial untuk dijalankan serta dikembangkan.