Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kelayakan Finansial Budidaya Jamur Tiram (Pleurots Ostreatus) Skala UMKM dengan Pendekatan Techno-Economic di Desa Mendayun Kecamatan Madang Suku I (Satu) Kabupaten OKU Timur Intan Nawang Sari; Muridin Muridin; Catarina Hariyani; Zainul Adhar
Siber Journal of Advanced Multidisciplinary Vol. 4 No. 2 (2026): (SJAM) Siber Journal of Advanced Multidisciplinary (July - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/sjam.v4i2.1188

Abstract

Usaha budidaya jamur tiram putih skala rumah tangga (UMKM) milik Bapak Mahmud Rois di Desa Mendayun yang telah beroperasi selama kurang lebih tujuh tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis besarnya pendapatan usaha serta mengevaluasi tingkat kelayakan finansial budidaya jamur tiram putih skala UMKM melalui pendekatan techno-economic. Metode penelitian yang digunakan studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Data dianalisis secara techno-economic yang mengintegrasikan aspek teknis produksi (kapasitas baglog, sarana kumbung, produktivitas) dengan aspek ekonomi finansial menggunakan indikator Total Cost (TC), Total Revenue (TR), Pendapatan, Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), Benefit Cost Ratio (B/C Ratio), Break Even Point (BEP) Produksi, dan Margin Pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas produksi mencapai 3.000 baglog pada kumbung berukuran 6 × 10 meter dengan rak empat tingkat. Selama periode Januari hingga Maret (satu siklus produksi / 3 bulan), total biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp10.776.666, sedangkan total penerimaan yang diperoleh dari hasil penjualan 590 kg jamur tiram dengan harga Rp20.000/kg mencapai Rp11.800.000, sehingga menghasilkan pendapatan bersih sebesar Rp1.023.334 per proses. Hasil analisis kelayakan finansial menunjukkan nilai R/C Ratio sebesar 1,09 (R/C > 1), B/C Ratio sebesar 0,10 (B/C > 0), margin pendapatan sebesar 8,67%, dan BEP produksi sebesar 538,83 kg. Karena volume produksi aktual (590 kg) telah melampaui titik impas BEP, maka usaha budidaya jamur tiram ini disimpulkan menguntungkan dan layak secara finansial untuk dijalankan serta dikembangkan.
Analisis Pemasaran Ayam Broiler dengan Model Scor (Studi Kasus PT Cindelaras) di Desa Kelirejo Kecamatan Belitang II Kadek Prayascita; Mahidin Fahmie; Catarina Hariyani; Tiyas Murtiningsih
Siber Journal of Advanced Multidisciplinary Vol. 4 No. 2 (2026): (SJAM) Siber Journal of Advanced Multidisciplinary (July - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/sjam.v4i2.1215

Abstract

Penelitian ini berjudul “Analisis Pemasaran Ayam Broiler dengan Model Supply Chain Operations Reference (Studi Kasus pada PT Cindelaras) di Desa Kelirejo Kecamatan Belitang II”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya sistem pemasaran dan pengelolaan rantai pasok ayam broiler yang efektif karena ayam broiler merupakan produk yang memerlukan penanganan dan distribusi secara cepat serta tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan sistem pemasaran ayam broiler yang diterapkan oleh PT Cindelaras dalam memenuhi kebutuhan pelanggan serta mengetahui dan mendeskripsikan penerapan Model Supply Chain Operations Reference dalam mengidentifikasi dan mengatasi hambatan pada rantai pasok ayam broiler. Penelitian dilaksanakan di PT Cindelaras, Desa Kelirejo, Kecamatan Belitang II, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, pada bulan Juli sampai Agustus 2026. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis berdasarkan lima proses utama, yaitu perencanaan, pengadaan, penanganan, pengiriman, dan pengembalian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pemasaran ayam broiler PT Cindelaras dilakukan melalui saluran pedagang atau pengepul menuju konsumen dan saluran langsung dari perusahaan kepada konsumen. Proses pemasaran meliputi pemesanan, pengecekan ketersediaan, kesepakatan jumlah dan harga, persiapan, penimbangan, pengiriman atau penyerahan, dan pembayaran. Penerapan Model Supply Chain Operations Reference membantu mengidentifikasi hambatan pada perencanaan, pengadaan, penanganan produk, pengiriman, serta pengembalian atau keluhan pelanggan. Dengan demikian, model tersebut dapat digunakan sebagai kerangka untuk mengidentifikasi hambatan dan menentukan upaya perbaikan dalam kegiatan pemasaran ayam broiler PT Cindelaras.