Muhammad Yazid Yaskur
Universitas Islam Negeri Imam Bonjol, Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REPRESENTASI AKTOR SOSIAL DALAM NASKAH DRAMA MĀ ḌĀʿ WAṬAN KARYA MUḤAMMAD ʿABD AL-KHAḌR AL-ḤUSAYNĀWĪ: ANALISIS WACANA KRITIS THEO VAN LEEUWEN Muhammad Yazid Yaskur
Journal of Education for The Language and Literature of Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Education For The Language and Literature of Indonesia
Publisher : Program Studi Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jelli.v4i1.2900

Abstract

Naskah drama dapat dipahami sebagai teks wacana yang merepresentasikan realitas sosial melalui dialog antar tokoh. Salah satu naskah drama kontemporer Arab yang memuat kritik sosial dan relasi kuasa adalah Mā Ḍāʿ Waṭan karya Muḥammad ʿAbd al-Khaḍr al-Ḥusaynāwī. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi aktor sosial dalam dialog tokoh Harun dengan menggunakan teori representasi aktor sosial Theo van Leeuwen. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis. Data penelitian berupa sembilan dialog tokoh Harun yang dianalisis melalui strategi representasi eksklusi dan inklusi aktor sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi inklusi lebih dominan dibandingkan strategi eksklusi, terutama melalui penggunaan aktor sosial kolektif dan abstrak. Strategi tersebut digunakan untuk membangun kesan kebersamaan, menormalisasi tindakan elite, serta mengaburkan tanggung jawab moral dan sosial. Sementara itu, strategi eksklusi digunakan secara selektif untuk menyamarkan pelaku konkret dari tindakan yang merugikan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dialog tokoh Harun berfungsi sebagai sarana pembentukan wacana kekuasaan dalam naskah drama. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian analisis wacana dalam karya sastra, khususnya naskah drama.