Naskah drama dapat dipahami sebagai teks wacana yang merepresentasikan realitas sosial melalui dialog antar tokoh. Salah satu naskah drama kontemporer Arab yang memuat kritik sosial dan relasi kuasa adalah Mā Ḍāʿ Waṭan karya Muḥammad ʿAbd al-Khaḍr al-Ḥusaynāwī. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi aktor sosial dalam dialog tokoh Harun dengan menggunakan teori representasi aktor sosial Theo van Leeuwen. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis. Data penelitian berupa sembilan dialog tokoh Harun yang dianalisis melalui strategi representasi eksklusi dan inklusi aktor sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi inklusi lebih dominan dibandingkan strategi eksklusi, terutama melalui penggunaan aktor sosial kolektif dan abstrak. Strategi tersebut digunakan untuk membangun kesan kebersamaan, menormalisasi tindakan elite, serta mengaburkan tanggung jawab moral dan sosial. Sementara itu, strategi eksklusi digunakan secara selektif untuk menyamarkan pelaku konkret dari tindakan yang merugikan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dialog tokoh Harun berfungsi sebagai sarana pembentukan wacana kekuasaan dalam naskah drama. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian analisis wacana dalam karya sastra, khususnya naskah drama.
Copyrights © 2026